Jangan ngaku sebagai pebisnis jika takut dengan perubahan. Tapi perlu disadari bahwa tidak semua perubahan adalah baik. Ada perubahan yang justru membuat bisnis menjadi lesu dan ada pula perubahan yang berdampak positif. Nah tugas sebagai pebisnis adalah memastikan setiap perubahan akan menjadi positif dan menguntungkan. Karena kita tidak mungkin bisa menghindari perubahan.

Seperti kata pepatah kuno bahwa untuk menjadikan bisnis awet jangka panjang maka harus melakukan inovasi dan pengembangan lain. Nah inovasi dan pengembangan lain ini yang jadi perubahan positif dan harus dilakukan. Misalnya bisnis telepon seluler tentu sangat dinamis harus mengikuti perkembangan teknologi dan trend yang sedang ramai di pasaran.

Untuk memanfaatkan peluang tentu semua pebisnis bisa melakukannya, tapi apakah berhasil atau tidak? Perubahan juga bisa berlangsung jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Biasanya yang pendek atau menengah berupa perubahan langsung yang berimbas karena kita menerapkan kebijakan berbeda pada sistem. Sedangkan perubahan jangka panjang terjadi karena kita menambah atau memberikan inovasi pada jenis bisnisnya. Misalnya dengan membangun persepsi brand atau meningkatkan pelayanan pada pelanggan.

Peluang yang sangat berhasil dimanfaatkan seperti yang terjadi pada pasar retail di Indonesia. Dahulu retail konvensional harus menyediakan toko sendiri, tempat sendiri dan mencari supplier sendiri. Tapi kini menggunakan sistem franchice Anda bisa mendapatkan hasil maksimal dengan usaha minimal. Bahkan ROI (Return of Investment) bisa terbayarkan dengan lebih cepat.

Sebut saja bisnis waralaba di Indonesia yang tumbuh 10-20% dari Rp189 triliun hingga Rp192 triliun tahun 2017 ini. Lihat saja bisnis waralaba Indomaret dengan pembukuan mencapai Rp48 triliun tahun 2016 lalu dan dan tahun ini dipatok naik menjadi Rp58 triliun. Tentu perubahan yang sangat signifikan dengan inovasi pergerakan bisnis retail yang sangat cepat.

Bagaimana peluang akan muncul?

Banyak orang menganggap peluang bisnis adalah ketika hanya akan memulai bisnis saja, padahal tidak. Peluang akan terus muncul dan berdatangan waktu demi waktu lalu sebagai pebisnis anda harus memanfaatkannya untuk kepentingan perusahaan. Tapi tentu harus dengan peluang yang satu core bisnis saja. Jangan sampai kita terlalu banyak mengambil peluang yang tidak seharusnya dan memecah konsentrasi fokus bisnis.

Peluang muncul biasanya ketika ada perubahan, bagaimana cirinya? Kita ulas berikut ini :

1. Ketika ada Perusahaan Lain yang Menawarkan Kerja Sama

Jika ada pebisnis atau perusahaan lain yang menawarkan kerja sama, bisa jadi ini peluang yang menguntungkan. Atau bisa juga menjerumuskan jika tidak bisa menangani dengan baik. Misalnya saja Anda bergerak di bidang kuliner, lalu ada perusahaan yang

menawarkan kerja sama untuk mendapatkan suplai makanan terus menerus untuk jam makan siang. Anda harus berani mengambil dan menghitung untung rugi dan service terbaik.

2. Ketika ada Sistem Baru yang Kokoh

Sistem dalam bisnis tentu harus dilakukan pembaharuan agar semakin baik dan mengikuti kebutuhan pasar. Saat ada peluang menemukan sistem baru kadang jadi kendala apakah ini menguntungkan atau tidak, jika menguntungkan lanjutkan dan jika tidak evaluasi kembali. Peluang bisa saja muncul dan menjadi untung, tapi Anda harus jeli agar bisa berdampak positif untuk perusahaan.

3. Muncul Saat Modal Bertambah atau Ada Investor

Modal bertambah juga jadi peluang yang luar biasa. Terutama untuk menambah stok produk, menambah karyawan atau menambah kapasitas bisnis. Tapi jangan salah, penambahan modal jika tidak dibarengi dengan tata kelola keuangan yang baik justru akan membuat bisnis terpuruk. Lakukan perhitungan matang.

4. Saat Produk Turunan Kita diserap Kuat oleh Pasar

Bayangkan saja jika Anda memiliki bisnis konveksi dan sisa kain perca yang terpakai digunakan untuk membuat kerudung atau pernak-pernik. Ternyata produk turunan ini justru diminati pasar, maka ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

5. Saat Kompetitor mengalami Lesu

Kompetitor sedang lesu juga menjadi peluang besar bagi Anda untuk melejitkan bisnis. Bisa dengan melakukan penetrasi pasar lebih dalam atau dengan mengambil lahan kompetitor tersebut.

Apa penyebab gagal memanfaatkan peluang dan mengatasinya?

Peluang bisa saja muncul di depan mata dan kita ambil sebaik mungkin. Tapi tidak selamanya akan berhasil. Pasti akan ada peluang yang diambil lalu hasilnya tidak memuaskan atau justru membuat bisnis bertambah lesu.

Mungkin ada yang salah? Benar. Tapi apakah Anda sadar itu? Berikut ini berbagai penyebab yang mengakibatkan gagal dalam memanfaatkan peluang.

1. Team Bisnis kurang Solid

Hal paling fundamental yang harus dipenuhi adalah membentuk tim yang solid. Termasuk dalam menjalani perubahan bisnis tanpa team yang solid pasti hasilnya juga tidak akan maksimal. Buatlah team yang cukup dan tempatkan orang yang tepat pada posisi tepat pula.

2. Pendanaan Terbatas

Jika Anda gagal memanfaatkan peluang brilian, bisa jadi karena pendanaan Anda kurang. Coba hitung kembali berapa nilai optimal yang seharusnya Anda keluarkan untuk menggarap peluang tersebut.

3. Peluang tidak dimanfaatkan Maksimal

Memanfaatkan peluang secara maksimal bisa dilakukan dengan memperhitungkan semua elemen yang akan dilalui. Mulai dari permodalan, kebutuhan bahan baku, strategi hingga kebutuhan jumlah personil yang akan dikerjakan.

4. Ada Kompetitor Memanfaatkan Peluang yang Sama

Bisa jadi peluang yang sedang Anda kerjakan hari ini juga sama dengan seperti yang dikerjakan oleh kompetitor. Ini cukup berbahaya karena jika kompetitor melakukan hal yang sama seperti Anda maka peluang Anda berhasil juga semakin tipis. Jadi pastikan riset pasar dan kompetitor pula.

Perubahan besar dalam sebuah bisnis adalah ketika bisa berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan dan semakin membaiknya karyawan yang ada di dalamnya. Jangan terlalu melihat untung yang sangat besar dari peluang tersebut tapi tidak melihat kondisi atau sistem ini sudah kuat atau belum. Perkuat sistem, strategi dan kekokohan SDM terlebih dahulu lalu baru eksekusi peluang perubahan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Facebook Comments
Show Buttons
Hide Buttons