Arti sehat bagi saya adalah bukan hanya tubuh saja yang sehat tetapi sanggup menghasilkan sebagaimana mestinya. Begitu juga dalam bisnis, bisnis itu sehat tidak serta merta diartikan berjalan-tidaknya atau untung-tidaknya. Tetapi, sudah seimbang belum aktivitas bisnis Anda, terutama antara keuangan, marketing dan sumber daya manusia (SDM).

Seorang Business Owner pernah bertanya kepada saya “Coach, apakah ada teknik atau tools yang bisa digunakan untuk membuat kinerja marketing, keuangan dan SDM supaya bisa meningkat?”.

Teman-teman Entrepreneurs, bisnis yang sehat adalah bisnis yang memiliki kekuatan keuangan, marketing dan manusia. Apabila ketiga hal ini kuat, jiwa di dalam bisnis Anda akan sangat kokoh dan itu artinya bisnis Anda memiliki kemampuan untuk membuat antibodi.

Related Article : 4 Keyakinan Penghambat Bisnis

Pentingnya Sistem Antibodi dalam Bisnis

Tentu Anda tahu, bahwa bisnis itu seperti tubuh manusia. Tubuh manusia memiliki antibodi-antibodi yang bisa mempertahankan tubuh dari serangan bakteri, virus, serta kemungkinan-kemungkinan penyakit yang datang dari luar. Nah, bisnis yang mempunyai antibodi akan membuat dirinya lebih sehat.

Sekarang mari kita lihat lebih dalam. Antibodi di dalam tubuh kita ada sel darah putih. Sedangkan, antibodi di dalam bisnis adalah UANG, MARKETING dan SDM-nya. Pertanyaannya adalah sudah sehat belum sistem antibodi di dalam bisnis Anda?

Ketiga hal tersebut merupakan sistem kekebalan tubuh (antibodi) yang harus ada dalam bisnis Anda. Apabila Manusia Anda sehat, maka mereka bisa mengatasi banyak masalah eksternal ataupun masalah-masalah yang berhubungan dengan kompetisi perusahaan. SDM Anda akan mampu bersaing dan membela perusahaan.

Adapun jika marketing Anda kuat, maka mereka bisa mengatasi problem-problem yang mungkin tidak bisa diatasi secara operasional. Ditambah lagi, marketing Anda akan mampu membuat inovasi dan strategi untuk mendatangkan pasar baru, sekaligus membuat bisnis Anda mempertahankan diri dari problem-problem yang dialami selama ini. Begitu pula dalam hal keuangan. Semakin banyak uang, semakin kebal Anda dengan masalah. Semakin banyak uang, masalah apapun yang Anda hadapi akan bisa diatasi dengan mudah.

Nah, ketiga hal ini apabila mempunyai antibodi yang kuat bisa membawa bisnis Anda menjadi bisnis kelas dunia. Namun, 89% pengusaha saat ini masih belum memaksimalkan hal tersebut. Kenapa?

Efek Antibodi Lemah

Seringkali klien saya berpikir bahwa problem yang mereka hadapi dalam bisnis adalah persaingan pasar. Tentu pandangan ini tidak 100% benar, karena kondisi bisnis yang sehat harusnya tidak mempermasalahkan tekanan dari luar. Apabila hal tersebut menjadi permasalahan, itu artinya bisnis Anda sedang tidak sehat. Kemungkinan ada masalah di Keuangan, Marketing dan SDM Anda.

So, mari kita lihat permasalahan-permasalahan yang dialami oleh banyak pengusaha saat ini.

1. Tidak Mengantisipasi Penurunan Penjualan

Apabila Anda tidak bisa mengantisipasi penurunan penjualan berarti Anda siap-siap mengalami penyakit. Kondisi ini sama halnya mengalami penurunan daya tahan tubuh. Penurunan daya tahan tubuh dalam bisnis terjadi, diakibatkan karena penurunan penjualan. Apabila penjualan menurun apa efeknya? Uang masuk pasti akan berkurang.

Kedua, problem yang selama ini Anda pikir tidak ada masalah, seperti pembayaran ontime terhadap supplier, karyawan serta operasional yang awalnya tidak ada masalah bisa menjadi masalah.

2. Tidak Mengantisipasi Perubahan Pasar

Antibodi bisnis Anda akan menjadi masalah ketika business owner tidak mengantisipasi perubahan pasar. Saya kasih contoh, hotel-hotel mengalami masalah yang cukup serius ketika ada yang namanya go to meeting atau webex. Bahkan, sekarang ini sudah ada sebuah fasilitas “video conference” yang bisa mempertemukan seluruh orang di dunia bersama-sama.

Lebih-lebih lagi, sekarang sudah ada live facebook. Fasilitas ini banyak digunakan oleh para pengusaha untuk melakukan sebuah seminar yang bisa ditonton oleh banyak orang di facebook.  Nah, jika perubahan ini tidak di antisipasi dengan baik maka bisnis Anda akan sakit.

3. Tidak Mengantisipasi Biaya yang Membengkak

Permasalahan yang ketiga adalah gagal mengantisipasi sejak dini. Ingat, yang namanya laba menurun itu tidak pernah tiba-tiba. Coba Anda perhatikan! Tidak ada istilah tiba-tiba profit turun. Pasti Anda indikator-indikatornya. Nah, penyebabnya bisa jadi dikarenakan penjualan yang menurun. Kenapa penjualan menurun?

Karena ada perubahan market atau kebutuhan pasar. Bagian lain yang justru sangat

berbahaya adalah ketika kita tidak memiliki ukuran untuk mengukur produktifitas karyawan. Kalau Anda tidak tahu karyawan ini produktif atau tidak maka siap-siap mereka akan menjadi biaya dan menjadi

beban. Apabila sudah menjadi beban, berarti kerja bisnis Anda akan menjadi berat. Bayangkan ketika tubuh Anda penuh dengan lemak, banyak kolesterol dan penyumbatan? Kerja jantung dan paru-paru tidak produktif dan semua ini akan membuat berat dalam hidup Anda. Hal itulah yang dialami banyak perusahaan yang tidak memiliki antibodi.

4. Terlalu Banyak Deadstock

Berikutnya adalah terlalu banyak deadstock. penurunan antibodi ini dialami oleh perusahaan karena terlalu banyak penjualan yang mati. Bisnis yang terlalu banyak deadstock, ketika mereka punya stock dan stock tersebut tidak bisa dijual, berarti uang yang sudah dikeluarkan untuk membeli stock ini akan mati.

5. Kehabisan Uang

Apabila sebuah bisnis kehabisan uang dan Anda tidak tahu caranya mendatangkan uang yang lebih banyak lagi. Efek samping dari semua ini adalah Anda mengalami penyakit atau penurunan daya tahan tubuh di dalam bisnis.

3 Jenis Antibodi dalam Bisnis

Untuk mengatasi problem-problem dalam bisnis, Anda membutuhkan sebuah booster (pendorong). Booster disini ada tiga hal, yakni: menyehatkan KEUANGAN, MARKETING dan MENTAL SDM. Mari kita bahas satu persatu. Faktor-faktor apa sih yang bisa dibangun dari segi keuangan?

1. Menyehatkan Keuangan

Orang yang memiliki masalah antibodi bisnis, berarti mempunyai masalah di keuangan. Strategi pertama yang paling mudah dan cepat untuk bisa menyehatkan keuangan adalah mengantisipasi

penjualan atau membuat penjualan Anda kembali sehat.

Ingat, kalau penjualan sudah menurun. Percuma Anda potong gaji atau memecat karyawan, hal ini justru membuat bisnis Anda semakin rusak. Lalu apa yang bisa dilakukan? Pertama kali yang harus Anda lakukan bukan melakukan efisiensi. Justru Anda harus mendorong karyawan untuk meningkatkan penjualan secepat-cepatnya.

Kenapa? Karena dengan mengejar penjualan, customer akan bisa bertambah dan Anda akan punya investasi uang masuk. Kemungkinan besarnya, uang akan datang kepada Anda. So, meningkatkan penjualan adalah langkah yang paling cepat dan harus diantisipasi pertama kali.

2. Menyehatkan Marketing

Kedua adalah Anda harus memperbaiki harga. Di marketing, Anda harus memastikan bahwa harga Anda betul-betul kompetitif. Ada hal menarik, ketika AQUA sempat hampir jatuh, kemudian ada seorang Board of Director yang mengatakan, “stock kita banyak, kita sudah tidak bisa bertahan lagi, karena harga kita sudah terlalu murah dan kita harus menjual banyak sekali untuk bisa mendapatkan sales yang tinggi.”

Jadi, mereka meningkatkan harga yang cukup tinggi dari harga yang awalnya hanya ribuan, menjadi dua atau tiga kali lipat dari harga sebelumnya. Apa yang terjadi? Karena harganya semakin tinggi, masyarakat menilai dan mempresepsikan bahwa ini adalah harga premium.

Coba Anda bayangkan, kalau Anda membeli AQUA dan EQUIL. Harga kedua produk ini bisa jadi berbeda jauh tetapi tetap laku yang harga mahal. Kenapa? Karena customer merasa ada prestise saat membeli EQUIL.

Nah, jika Anda perhatikan baik-baik. Bahwa apa yang Anda lakukan bisa jadi akan memperbaiki harga, bisa turun atau bisa naik, bahkan dengan menaikkan harga Anda akan mampu memperbaiki penjualan.

Kedua adalah menjual produk dengan margin tertinggi. Misal kalau Anda punya 100 produk, kemudian ada yang marginnya kecil dan ada yang besar maka jual margin yang paling tinggi, paksa untuk menjual margin paling tinggi.

3. Menyehatkan SDM

Membuat SDM bekerja lebih militan. Nah, apa yang bisa Anda lakukan? Pertama, membuat komunikasi lebih sering. Ingat, karyawan kita itu adalah manusia. Dia seperti anak Anda sendiri. Apabila Anda semakin jarang dan lemah berkomunikasi, maka semakin mereka tidak mengerti dengan apa yang Anda mau.

Walaupun Anda sedang mengalami masalah dan karyawan Anda tahu bahwa Anda sedang menurun. Tetapi jika komunikasi tidak terjalin, SDM Anda tidak akan pernah membela bisnis Anda. Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah membangun komunikasi yang lebih sering.

Misal contohnya adalah pada saat di kantor, setiap hari harus ada morning briefing dan evening briefing. Aktifitas kecil ini, akan membuat karyawan merasa bahwa Anda itu membantu mereka terus-menerus. Cara kedua untuk membangun karyawan yang lebih efektif adalah dengan mendampingi mereka. Jangan sampai mereka merasa ditinggalkan“Wah, sudah omset turun, pasar turun, kok saya ditinggalkan oleh business owner.”

Nah, ini harus hati-hati. Karena ketika Anda merasa karyawan meninggalkan Anda, Anda pasti akan kecewa. Pun sebaliknya, ketika Anda meninggalkan karyawan maka mereka juga pasti akan kecewa. Jadi, harus diingat bahwa melakukan RECOVERY atau membuat bisnis sehat, harus mengerti terlebih dahulu mengapa bisnis itu sakit.

Kita harus tahu mengapa bisnis kehabisan antibodi. Apakah karena kurangnya antisipasi dari Anda sehingga membuat bisnis sakit? Sama seperti kenapa kita bisa sakit. Ternyata dikarenakan kita tidak melakukan antisipasi sebelumnya. Misal, tidurnya terlalu malam, begadang, telat makan atau tidak melakukan hal-hal yang harusnya tidak dilakukan pengusaha dengan bisnis yang sehat.

Kalau Anda ingin mengikuti sebuah workshop menarik tentang “Business Recovery”, silahkan daftarkan diri Anda di http://topcoachindonesia.com/business-recovery/. Terimakasih banyak sudah membaca artikel singkat dan sederhana ini. Semoga memberikan manfaat dan ide positif untuk bisnis Anda.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Facebook Comments
Show Buttons
Hide Buttons