Orang lebih cepat terkenal karena memiliki produk yang bisa dijual dan dikonsumsi banyak orang. Bahkan mereka akan langsung berpikir bahwa pelaku bisnis ini merupakan orang terkaya di dunia. Namun, jangan kaget bila ternyata orang yang ada dalam pembuatan gadget, perabot rumah tangga, dan properti bukan tercatat sebagai orang terkaya di dunia. Mereka cenderung berada di bawah salah seorang yang mungkin jarang Anda dengar kehadiran bahkan namanya di media massa.

Namanya adalah Carlos Slim Helu. Meskipun tidak memiliki produk yang dapat digunakan oleh masyarakat, dia memiliki total asset yang melebihi sang penakluk perangkat lunak, Bill Gates. Hingga saat ini dia telah memiliki total aset senilai 60 juta US $, lebih tinggi dari Bill Gates yang memiliki aset senilai 53 juta US $. Oleh karenanya, dia pantas disebut sebagai orang nomor wahid terkaya di dunia.

Lahir di Libanon, Carlos Slim lebih banyak mengabdikan dirinya pada Negara Meksiko. Dia sangat terkenal dalam dunia telekomunikasi dan saham. Tercatat bahwa Seluruh Negara Amerika Latin menggunakan industri telekomunikasinya untuk kehidupan sehari-hari. Hal ini dia tekuni dengan baik karena dia pernah mengambil jurusan teknik di Universidad Nacional Autónoma de México, pada tahun 1967.

Terdorong dari prestasinya selama kuliah, Carlos giat melakukan berbagai eksperimen. Tidak lama,setelah itu, dia menemukan peluang bisnis di bidang telekomunikasi. Insting bisnisnya tidak salah, terbukti dari awal hingga sekarang bisnsinya mengalami peningkatan terus menerus. Meski demikian Carlos adalah pribadi yang tidak kenal menyerah dan tetap rendah hati di masyarakat.

Hingga sekarang, Carlos telah dikarunia 3 orang anak dari perkawinannya dengan Somaya Domit Gemayel. Hanya saja Somaya tidak bisa menikmati usaha carlos lebih lama karena dia telah meninggal pada tahun 1999. Namun demikian, usahanya tidak pernah mundur, bahkan ketiga orang anaknya diberikan tugas secara langsung untuk menjadi pimpinan di masing-masing perusahaan yang telah dibangun oleh Carlos.

Masing-masing perusahaan memiliki bidang yang berbeda dalam menjalankan bisnis telekomunikasi. Meski demikian, Carlos tetap mengawasi dan mendampingi anak-anaknya untuk bekerja secara profesional dan dapat mengatasi berbagai masalah dengan cara semua yang ada di perusahaan mereka harus dipertanggung jawabkan kepada Carlos. Cara ini dia percaya bisa memberikan hasil terbaik dan mempertahankan bisnisnya kepada generasi selanjutnya.

Selain itu, Carlos juga memiliki insting sebagai seorang broker. Lewat bisnis sahamnya, Carlos telah dapat meraup banyak keuntungan. Dia juga dipercaya sebagai wakil presiden komisaris dari Mexican Stock Exchange dan presiden komisaris pada perusahaan Mexican Association of Brokerage Houses. Prestasi yang dia peroleh juga tidak terlepas dari pengalaman saat menduduki kursi presiden dalam perusahaan New York Stock Exchange Administration Council (1996-1998).

Banyak prestasi yang telah dibuat oleh Carlos dalam menjalankan bisnsinya ini. Tercatat bahkan dia tidak pernah berhenti dari pengalaman menjabat sebagai seorang atasan. Tahun-tahun berikutnya dia juga pernah menjadi salah satu pengurus utama grup Altia, yaitu perubahan nama dari grup Philip Morris. Hanya saja dia memutuskan untuk berhenti saja di tahun 2006 karena berbagai alasan yang dapat diterima. Selain itu, dia juga pernah berada di jajaran tertinggi Grup Alcatel, hanya saja hanya bertahan beberapa tahun karena alasan yang sama.

Tidak hanya bisnis, seorang Carlos juga terkenal sebagai orang yang dermawan. Bahkan sejak tahun 2004 dia menghabiskan waktunya untuk program World Education & development Fund. Program ini berfokus pada proyek infrastruktur, kesehatan, juga pendidikan di dunia internasional. Meskipun demikian, dia tidak pernah terlihat di media massa karena baginya berbagi tidak harus terlihat oleh banyak orang tetapi memiliki fungsi yang besar bagi masyarakat.

Carlos juga adalah orang yang tidak pernah melupakan sejarah. Oleh karena itu, dia mengabdikan dirinya untuk berbagai riset tentang sejarah Meksiko, agar tidak ada orang yang lupa tentang bagaimana perjuangan para pendahulu di Meksiko. Pada tahun 2000 akhirnya dia berhasil mencatatkan dirinya sebagai pendiri Fundación del Centro Histórico de la Ciudad de México A.C (Mexico City Historic Downtown Foundation). Selain memberikan sejarah bagi warga Meksiko, Carlos juga ingin menarik banyak turis untuk hadir sehingga pendapatan negara tersebut semakin meningkat dan banyak rakyat yang sejahtera.

Asetnya semakin meningkat ketika Carlos berhasil membeli saham iMac, Apple. Sebab, ketika dia menggunakan saham tersebut, banyak pendapatan yang bisa dia peroleh karena terus mengalami peningkatan yang signifikan. Terakhir Carlos mendirikan Carlos Develoment Fund, yaitu sebuah lembaga sosial yang memberikan kesempatan untuk warga agar hidup layak dan mendapatkan kesejahteraan. Kini program yang dia buat sudah menampung lebih dari 10 miliar US $ untuk bantuan sosial.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Related Articles :

Facebook Comments
Show Buttons
Hide Buttons