Alexander Osterwalder & Yves Pigneur melalui bukunya Business Model Generation memaparkan bahwa setidaknya ada 9 elemen penentu model bisnis yaitu , relasi pelanggan, saluran komunikasi, penawaran, segmen pasar, arus penjualan, aktivasi kunci, sumber daya kunci, mitra kunci, hingga struktur biaya. Tanpa ada salah satu elemen di dalamnya maka bisnis akan jadi sangat rapuh dan mudah goyang serta bangkrut ketika diterpa masalah.

Sebagai pebisnis pemula atau yang lebih banyak dikenal dengan pebisnis startup, tentu harus bermula dari konsep yang benar, pondasi yang kokoh, semangat prima dan team yang solid. Masing-masing bagian dari bisnis ini tidak boleh rapuh dan harus menopang satu sama lain.

Apalagi soal pelayanan terhadap pelanggan CBInsights menunjukkan hasil risetnya bahwa sebagaian besar pebisnis startup gagal karena mereka tidak bisa melayani kebutuhan pasar. Ada 42% dari jumlah founder start up yang diteliti mengakui hal ini.

Sedangkan 29% lainnya mengakui karena mereka kehabisan dana dan sisanya karena tim tidak solid, produk jelek, pesaing terlalu kuat dan lain sebagainya. Agar bisa berhasil sebenarnya mereka sudah tahu harus melakukan apa tapi kadangkala faktor X muncul hingga kegagalan pun mau tidak mau harus dirasakan.

Nah sebelum Bisnis Startup Anda gagal, jangan sampai ya. Pastikan mengerti fundamental penentu keberhasilan Bisnis Startup Anda mulai dari sekarang. Ini dia diantaranya :

1. Fokus

Masa-masa awal membangun bisnis tentu akan terasa banyak sekali tantangan yang harus dilewati dengan baik. Terutama soal fokus menjalani suatu bisnis tertentu. Misalnya Anda tengah menjalani produksi baju dan sedang sepi, kala itu Anda melihat ada teman yang berbisnis kuliner dan sukses. Dalam waktu yang relatif sama tentu Anda sangat mungkin untuk goyah dan membuat Anda berfikir untuk menjalani bisnis yang baru yaitu kuliner. Lalu melihat ada bisnis lain yang menggiurkan lain, dicoba lagi. Begitu seterusnya hingga Anda tidak fokus.

Kefokusan sama halnya dengan konsistensi. Jika Anda tidak konsisten dan fokus menjalani suatu bisnis tentu akan jadi masalah besar karena

Anda akan mudah jatuh karena berpindah-pindah lintasan. Meski ini jadi pengalaman bisnis yang panjang tapi ini tidak baik untuk perkembangan bisnis Anda.

Pada dasarnya semua bisnis pasti akan berhasil, percaya gak?. Tinggal bagaimana Anda menjalaninya, bisa fokus dan konsisten atau tidak. Ketika bisnis mengalami kelesuan berarti pekerjaan utama adalah bagaimana cara keluar dari krisis itu, bukan mencari bisnis lain yang sedang naik daun.

2. Inovasi

Lalu inovasi, tanpa inovasi dan perlakuan diferensiasi dalam bisnis bisa menciptakan bisnis yang sakit. Bisnis Anda tidak akan bertahan jika ada pesaing lain yang melakukan inovasi bermanfaat. Jadi sebelum bisnis lain menciptakan inovasi, pastikan Anda sudah terlebih dahulu menciptakannya.

Inovasi harus memastikan bahwa pengguna produk Anda tidak bosan dan menambah nilai guna dari produk tersebut. Apalagi untuk variasi produk yang sebenarnya lebih banyak dibutuhkan atau diinginkan calon konsumen. Pastikan lakukan jadwal untuk menciptakan produk baru agar konsumen tidak bosan.

3. Manajemen Keuangan

Keberhasilan Bisnis Startup juga sangat ditentukan oleh pengelolaan keuangan yang baik. Tahukah Anda kenapa banyak ruko-ruko tradisional di desa atau pinggiran kota yang sudah puluhan tahun tidak berkembang?

Jawabannya adalah manajemen keuangan yang tidak baik. Mereka menggunakan semua keutungan untuk konsumsi. Tidak bisa memisahkan mana uang untuk bisnis dan mana uang untuk konsumsi setiap hari. Lakukan pembukuan selengkap mungkin agar Anda bisa mengatur untuk melakukan efisiensi biaya atau penambahan inovasi lain.

Uniknya, meskipun modalnya tidak banyak jika pengelolaan uang baik hasilnya pun akan baik. Meski dengan modal yang lebih seharusnya bisa memberikan hasil lebih, tapi buktinya

80% pebisnis startup tetap saja mengalami kegagalan meski sudah mendapatkan investor dan pendanaan yang cukup banyak.

4. Networking

Jaringan, relasi, networking atau apalah sebutannya. Intinya Anda harus menjaga hubungan baik dengan siapapun. Mulai dari dengan karyawan sendiri, sesama vendor maupun rival atau pesaing. Jalinan hubungan yang baik akan menambah semakin banyaknya pihak yang mempercayai kredibilitas Anda.

Terutama jika bisnis sedang dalam kondisi di ujung tanduk, banyak Bisnis Startup yang langsung jatuh saat berada pada kondisi genting karena mereka tidak memiliki relasi yang mumpuni. Seharusnya jika relasi mereka baik, akan banyak peluang untuk bekerja sama atau bergabung dengan rekan bisnis lain agar bisa kembali kuat dan pulih kembali.

5. Pemasaran yang Efektif

Banyak sekali pebisnis startup yang melakukan hal jor-joran dalam hal pemasaran. Kesalahan ini justru akan membuat pembiayaan iklan membengkak dan tanpa dibarengi dengan peningkatan penjualan atau omset bisnis. Sebut saja mereka yang menawarkan produk pada semua orang yang dikenalnya, padahal sebenarnya bukan mereka target pasarnya.

Ingat, beriklan boleh tapi harus tepat sasaran dan strategi yang brilian. Jangan buang sia-sia uang iklan Anda hanya untuk memajang muka atau agar ingin dikenal masyarakat. Gunakan pemasaran yang efektif, pastikan orang yang melihat iklan Anda adalah target market yang benar-benar bisa tertarik pada produk Anda.

Tidak semua orang wajib melihat iklan Anda, tapi Anda wajib membuat semua orang yang melihat iklan langsung tertarik.

Tapi perlu disadari bahwa bisnis itu tidak bisa sendirian, meski dijalani sendiri Anda akan butuh teman untuk sharing, saling bercerita dan memberikan saran dan masukan bisnis. Anda bisa bergabung dalam klub bisnis atau komunitas bisnis yang satu visi dan mendukung perkembangan Anda.

Bisa juga dibarengi dengan masuk dalam coach bisnis agar bisa meningkatkan kinerja dan akselerasi proses bisnis itu sendiri. Jadi jangan sia-siakan proses anda untuk belajar dari kesalahan, tapi maksimalkan belajar dari kesalahan orang lain agar tidak terulang lagi pada Anda. Selamat berkarya!

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Facebook Comments
Show Buttons
Hide Buttons