Persaingan dalam bisnis bukan lagi hal biasa. Karena setiap bisnis pasti memiliki pesaingnya, baik dari sesama penjual produk yang sama ataupun produk yang bisa menggantikannya atau substitusi. Contohnya penjual kopi bisa juga mendapat pesaing dari penjual teh. Begitupun sebaliknya, Porter menyebutnya sebagai jenis persaingan bentuk yang akan kita bahas di bawah.

Semakin banyak pemain di bidang yang sama tentu akan semakin besar pula persaingan yang harus dihadapi. Tapi jika Anda melakukan bisnis yang benar-benar baru, di tempat baru dan Anda menjadi pionernya maka persaingan akan lebih mudah. Tapi ingat, suatu ketika akan datang pesaing meskipun Anda sudah menjadi market leader.

Lalu bagaimana cara mempertahankan diri agar tetap bisa tetap menjadi nomor satu?

Jawabannya adalah harus meningkatkan Competitive Advantage. Meningkatkan keunggulan kompetitif agar bisa menjadi market leader dan mempertahankannya.

Istilah ini telah diperkenalkan sejak tahun 1985 oleh Michael E. Porter dalam tulisannya “Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance.” Bisa diartikan sebagai kemampuan yang didapat karena memiliki karakteristik dan sumberdaya dalam suatu perusahaan untuk mendapat kinerja yang lebih tinggi dibanding perusahaan lain pada pasar yang sama.

Michael Porter pernah berkata :

“Keunggulan kompetitif adalah jantung dari kinerja perusahaan dalam pasar yang kompetitif … Keunggulan kompetitif adalah tentang bagaimana sebuah perusahaan benar-benar menempatkan strategi-strategi generik ke dalam praktik.” (Porter, 1985,p.xv)

Sebagai jantung perusahaan tentu ini wajib dimiliki dan dilakukan oleh semua perusahaan. Jika dalam perusahaan besar mengenal istilah ini sebagai keunggulan kompetitif, sedangkan dalam bisnis UKM kecil lebih dikenal dengan melakukan inovasi agar unggul di pasaran.

Siapa yang membutuhkan Competitive Advantage?

Mungkin saat ini Anda berfikir, apakah sekarang sudah membutuhkan ini atau tidak. Tapi sebelumnya harus diketahui dahulu jenis persaingan yang sedang dihadapi. Jangan sampai kita tidak mengerti dan tidak sadar ternyata bisnis kita sedang bersaing dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan.

Philip Kotler (2000;293) menyebutkan setidaknya ada 3 jenis persaingan dalam bisnis yaitu :

1. Persaingan Merk atau Brand

Persaingan merk biasanya cenderung akan menawarkan produk atau jasa yang sama pada konsumen dan dengan kualitas

dan harga yang hampir sama. Sebut saja Samsung dan Apple dalam hal menjual ponsel, tentu yang memiliki brand lebih bagus bisa menguasai pasar dengan harga lebih mahal.

2. Persaingan Industri

Jenis persaingan ini lebih luas yaitu perusahaan, suatu perusahaan yang akan menghadapi pesaing dari semua jenis produk dari semua perusahaan lain.

3. Persaingan Bentuk

Persaingan bentuk bisa diartikan sebagai suatu perusahaan yang bersaing dengan perusahaan lain yang membuat produk dengan fungsi sama. Meskipun jenis produknya berbeda.

4. Persaingan Umum

Sedangkan persaingan umum adalah perusahaan yang menganggap semua penjual adalah pesaing. Karena penjual lain juga bisa mempengaruhi konsumen untuk membeli produk anda atau tidak. Mengganggu keputusan penggunaan uang konsumen.

Michael E Porter di Harvard Business School pada tahun 1979 juga pernah memaparkan melalui bukunya “Competitive Strategy” bahwa ada 5 kekuatan strategi bisnis yang sangat penting menjadi penentu intensitas persaingan dan daya tarik pasar. Lima hal penting itu adalah :

1. Ancaman Pendatang Baru (threat of new entrants)

Munculnya ancaman pendatang baru dalam bisnis bisa menjadi masalah besar jika tidak diantisipasi dengan peningkatan Competitive Advantage sejak awal. Inovasi produk dan harga yang lebih murah saja tidak cukup, tapi harus dengan

cara lebih kreatif. Misalnya dengan memberikan kartu member yang akan membuat pelanggan sulit berpindah atau dengan fitur lain yang membuat pelanggan lebih diuntungkan.

2. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok (bargaining power of supplier)

Jika Anda memiliki pesaing bisnis yang menggunakan supplier sama, tentu cukup berbahaya. Anda bisa saja tersaingi jika harga yang mereka dapatkan jauh lebih murah. Agar ini bisa diatasi sejak awal, jaga hubungan baik dengan supplier dan pastikan Anda dan pemasok selalu menjaga integritas bisnis.

3. Ancaman Produk Pengganti (threat of substitute products)

Hati-hati dengan barang pengganti yang bisa menggeser produk Anda. Meskipun beda jenis tapi fungsinya sama. Jika biaya lebih murah tapi nilai fungsional sebanding bisa jadi konsumen akan berpindah.

Jika Anda menguasai Competitive Advantage tentu akan meningkatkan value dari produk Anda dan membuat daya tawar lebih tinggi. Nilai tambah bisa jadi hal yang bisa memuaskan pelanggan atau memberikan keunggulan produk lainnya.

4. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (bargaining power of buyers)

Jika persaingan sudah menuju pada bagian ini, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan metode marketing yang lebih efektif. Anda harus benar-benar bisa berbuat agar konsumen

yakin untuk memilih produk Anda. Caranya dengan menjaga hubungan baik dengan konsumen dan memberikan edukasi positif yang membangun konsumen dan membuat mereka percaya pada Anda.

5. Persaingan Kompetitif Diantara Anggota Industri (rivalry among competitive firms)

Jangan salah, sebagai bagian dari perusahaan besar Anda pun bisa jadi harus bersaing dengan produk sejenis dari pabrik yang sama. Hanya beda brand dan cara pemasaran saja. Itu pun bisa jadi persaingan. Meski demikian ini bisa diatasi dengan bekerja sama untuk membagi segmen pasar dengan membagi lokasi atau segmen market yang berbeda.

Contoh tindakan peningkatan Competitive Advantage yang sangat terkenal dilakukan oleh Southwest Airline tahun 1971 di Airport Love Field Dallas. Pendirinya adalah Lamar Muse, Rollin King dan Herb Kelleher. Untuk mendapatkan keunggulan kompetitive mereka bersepakat untuk membuka rute penerbangan yang sepi dan jarak pendek dan menjadikan web perusahaan sebagai tempat reservasi pesawat. Kala itu masih belum ada perusahaan yang bisa reservasi melalui website.

Bermula dari 3 pesawat B737-200 dan bermarkas di Airport Dallas Love Field kini Southwest sudah melayani 70 kota di US dan 25 kota di Mexico. Bahkan bisnisnya terus berkembang pada sektor Perhotelan, Sewa Mobil hingga liburan hingga melayani vaksinasi kucing dan anjing yang akan dibawa menggunakan pesawat.

Tidak hanya sekedar inovasi, Competitive Advantage juga harus meningkatkan nilai dan segi kemanfaatan bagi pelanggan. Lebih lagi bagi sistem bisnis yang semakin matang dan kuat.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Facebook Comments
Show Buttons
Hide Buttons