Pengertian Manajemen Bisnis ialah keseluruhan peraturan yang wajib dipatuhi oleh semua pelaku usaha. Sumber daya pekerja berkualitas dan manajemen yang baik dibutuhkan agar perusahaan cepat melesat. Visi dan misi berjalan sesuai alur yang telah disepakati. Konsekuensi harus ditanggung oleh pihak yang menyalahi aturan tersebut.

Penyusunan sistem untuk pengaturan sebuah manajemen yang baik diperlukan perencanaan yang matang. Faktor internal dan eksternal patut menjadi bahan pertimbangan penentuan akhir dari keputusan. Tentukan target atau pencapaian yang harus diraih, sesuaikan dengan kapasitas perusahaan. Rincikan tentang kendala-kendala yang berpeluang merusak rencana. Antisipasi dengan cara memperbanyak poin mengenai strategi penyelesaiannya.

Materi yang berisi tentang rencana manajemen selanjutnya dipresentasikan agar semua pihak dapat melakukan penilaian. Tampung aspirasi rekan atau mitra kerja guna memperbaiki manajemen menuju ke arah yang lebih baik. Penyatuan pikiran antar tenaga profesional diharapkan dapat menjadi pedoman untuk keberlanjutan bisnis ke depannya.

Manajemen tidak hanya berlaku untuk bisnis skala besar. Usaha rintisan pun wajib memilikinya. Hal yang membedakan skalanya adalah lingkup pemasaran dan kuantitas peredaran produk. Selebihnya aturan paten usaha pada prinsipnya sama. Berikut spesifikasi manajemen yang wajib Anda kelola dengan benar.

1. Keuangan

Manajemen terpenting yang harus dikelola dengan baik adalah bagian keuangan perusahaan. Transparansi aliran dana menjadi kunci peniadaan tindak penyelewengan dana. Perlu trik khusus untuk menentukan manager finansial, pastikan memiliki sifat jujur dan telilti. Terkadang kelalaian dapat berujung pada kesalahan yang berakibat fatal.

Rekapan data memiliki spesifikasi, yaitu lengkap, jelas, terstruktur sehingga mudah dipahami oleh pihak lain yang bersangkutan. Penentuan untung ruginya suatu perusahaan dilihat berdasarkan informasi yang disajikan dari laporan tersebut. Perputaran uang yang masuk bisa dikalkulasikan jumlahnya dengan pengeluaran modal. Bila selisih antara pemasukan dan pengeluaran negatif, berarti bisnis mengalami kerugian.

Kunci kesuksesesan bisnis bergantung pada baik buruknya Manajemen Bisnis dibidang keuangan. Rekrut pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang fokus pada manajemen finansial perusahaan. Berikan pelatihan agar kemampuan yang dimiliki sesuai dengan tata kelola keuangan perusahaan.

2. Produksi

Selanjutnya beralih ke manajemen produksi yang berperan mengatur ketersediaan bahan baku, tahap pemrosesan hingga menjadi produk siap jual. Prediksi waktu yang tepat dapat membuat proses berjalan lancar. Semua unsur harus aktif dan saling mendukung untuk menciptakan kondisi ini. Pasokan bahan baku harus ada dalam jumlah yang pas, tidak kurang atau lebih. Penyimpanan di waktu yang lama dapat menurunkan kualitas bahan.

Produk yang siap jual harus bisa diterima masyarakat dengan sambutan hangat. Penentuan konsep dan desain akhir adalah tugas manager produksi. Survei yang menunjukkan informasi minat calon pembeli terhadap rencana produk harus dilakukan sebelumnya. Hal ini agar setelah produk selesai dikerjakan, dapat langsung terjual seperti angka yang telah ditargetkan.

3. Manajemen Pemasaran

Stok produk harus bisa membaca situasi pasar. Gencarkan produksi ketika permintaan meningkat. Berlakukan sistem lembur agar lonjakan tidak menyebabkan keterlambatan pengiriman produk. Sebaliknya, stabilkan kembali kinerja saat pasar sedang lesu. Telusuri penyebabnya dan tingkatkan kembali daya beli masyarakat.

Seorang manager pemasaran menjalankan tugas sebagai penentu target produksi dan pangsa pasar. Pemikiran ini tidak dapat dilakukan secara instan karena Manajemen Bisnis yang baik membutuhkan perencanaan, uji coba dan evaluasi. Serangkaian kegiatan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan secara berkesinambungan.

4. Manajemen Distribusi

Jembatan antara produsen dan pengecer atau konsumen merupakan peran manager distribusi. Tim distributor berkolaborasi dengan kelompok pemasaran untuk membentuk Manajemen Bisnis yang teratur dan tembus target. Tugas keduanya sebenarnya sama, yaitu untuk meningkatkan penjualan produk dengan batasan waktu tertentu. Pemilihan jumlah dan bidikan pelanggan menjadi tanggungjawab tenaga pemasaran. Sedangkan manajemen distribusi menjamin penyaluran barang hingga sampai kepada pihak ketiga.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Success Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Related Articles :

Facebook Comments
Show Buttons
Hide Buttons