Bagi seorang pebisnis persaingan adalah hal pasti, tidak akan berhasil suatu bisnis jika belum mengalami ketatnya persaingan. Ada persaingan yang sehat dan yang tidak, persaingan sehat dilakukan dengan cara-cara yang benar dan tidak ada hal kasar atau mencurangi pebisnis lain.

Pasti Anda ingat beberapa waktu lalu ada bentrok antara pelaku ojek online dengan supir angkot dan sopir taksi. Ini bentuk dari betapa nyata persaingan bisnis ada di depan mata kita.

Lalu untuk memenangkan persaingan secara sehat, maka setiap pebisnis harus menyiapkan Competitive Advantage atau keunggulan kompetitif yang bisa menarik minat calon konsumen untuk membeli produk kita. Bagaimana caranya? Diferensiasi.

Sebagai contoh begini, dalam sebuah perkumpulan anak sekolah yang menggunakan seragam dengan baju rapi semua dan sepatu hitam, tiba-tiba ada yang menggunakan sepatu warna kuning mencolok dan bajunya tidak rapi. Dia akan terlihat sangat berbeda atau different dari yang lainya. Para guru atau kita pun akan melihat dengan sangat mudah serta ingin mengetahui siapa dia? Kenapa berlaku demikian dan sebagainya?

Secara alami manusia akan berusaha mengenali dan mengingat sesuatu yang paling berbeda dari yang lainnya. Itulah kenapa bisnis harus dibuat sebeda mungkin tapi perbedaan itu justru yang dicari oleh konsumen. Diferensiasi ini akan memunculkan inovasi, satu satunya kunci agar bisnis bisa bertahan di pasar dan bisa bersaing dalam perubahan zaman yang selalu berkembang.

Dasarnya menurut Alan West (1988:182) bahwa diferensiasi hanya membutuhkan 2 hal sederhana, yaitu ketepatan dan konsistensi. Pada aplikasinya berikut ini berbagai Strategi Diferensiasi yang bisa mulai Anda terapkan dalam bisnis sejak dini :

1. Inovasi Elemen Produk

Strategi Diferensiasi ini yang paling banyak digunakan oleh pebisnis awal, terutama ketika mereka tengah mencari produk yang akan dijual. Inovasi elemen mulai dari mengubah citarasa, bahan pembuatnya hingga model kemasannya. Semua diubah sesuai dengan target market yang diinginkan.

Apalagi dengan pertumbuhan gerai retail yang terus meningkat dan pesaing terus bertambah.

Setidaknya pertumbuhan ritel di Indonesia mencapai 85% dan dan peningkatan penjualan mencapai Rp 60 Trilyun menjadi Rp 100 trilyun.

2. Mengubah Harga Jual menjadi Nilai Ideal

Menentukan harga jual produk atau jasa juga tidak boleh sembarangan, terlalu murah akan membuat keuntungan kita minimum, terlalu tinggi justru membuat pembeli lebih memilih produk dari tempat lain. Posisi nilai jual yang ideal harus diperhatikan dengan matang.

Ini juga menjadi salah satu jenis Strategi Diferensiasi harga agar konsumen lebih memilih tempat kita. Banyak diantara para UKM yang baru masuk ke pasar memulai dengan cara ini, yaitu menurunkan harga paling rendah di pasaran lalu setelah banyak pelanggan layani dengan maksimal dan mereka akan betah terus terusan disana. Meskipun harga dinaikan secara bertahap pelanggan akan tetap memilih tempat Anda.

3. Cara Melayani Pelanggan

Pernah dengar cara pebisnis melayani pelanggan yang unik unik?. Seperti eskrim turki misalnya, yang melayani dengan cara membuat candaan pada pelanggan. Atau masih banyak lagi yang lain. Strategi dengan mengubah cara melayani pelanggan di luar kebiasaan ini bisa jadi salah satu Competitive Advantage kecil yang bisa berdampak luar biasa pada bisnis Anda.

4. Model Toko atau Jam Bukanya

Menarik minat pembeli datang ke toko kita dan membeli barang tidak semudah yang dibayangkan. Perlu konsep menarik dan alasan kenapa harus datang ke toko atau tempat jualan Anda. Misalnya untuk pelanggan café tentu akan mencari tempat ini sebagai lokasi nongkrong. Lokasinya pun harus strategis dan membuatnya nyaman dan jam bukanya disesuaikan dengan jam nongkrong.

Lalu apa yang bisa dijadikan Strategi Diferensiasi pada model toko? Nah kembali pada konsep dan kesan yang akan ditimbulkan. Misalnya tempat makan dengan kesan zaman dahulu, lakukan dekorasi dan perlengkapan yang mencerminkan zaman dahulu. Ini akan jadi keunikan tersendiri yang membuat pembeli ingat terus dan mengidentikkan toko Anda dengan tema zaman dahulu.

5. Cara Pemasaran yang Unik

Hal paling penting dalam pemasaran adalah dilakukan pada target market yang tepat. Banyak sekali pebisnis baru yang gagal karena tidak fokus pada satu market tertentu sehingga produk tidak bisa terserap dengan baik. Cara pemasaran mulai dari membentuk brand, menyebarkan informasi melalui iklan, buzzer hingga endorsement.

Tapi saat ini dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, orang akan tahu lebih cepat tentang produk baru yang masuk di pasar jika sudah diiklankan. Jika kompetitor kita juga

melakukan hal yang sama, lalu apakah calon konsumen memilih kita?, belum tentu. Nah inilah gunanya Strategi Diferensiasi cara pemasaran, Anda bisa melakukan pemasaran dengan hal-hal unik yang membuat kesan pertama calon pembeli dan mengingat terus dalam jangka panjang.

Misalnya untuk launcing toko atau produk pertama kali dengan melakukan perayaan yang menarik perhatian masyarakat sekitar. Ini sebagai penanda bahwa toko dibuka dan masyarakat sekitar akan bertanya apa yang terjadi dan dengan sendirinya akan tahu bahwa Anda telah membuka toko di situ.

6. Buatlah Membership

Strategi Deferensiasi ini mungkin sudah banyak dilakukan oleh para pebisnis, yaitu membuat membership atau kartu member dengan potongan yang lebih murah. Sebut saja Alfamart, Indomart dan Ramayana mereka membuat kartu member dan memberikan potongan yang menarik khusus bagi pengguna kartu di sana. Selain mendapatkan database, pebisnis juga semakin mudah mengikat pelanggan untuk terus bebelanja di sana.

Penggunaan Strategi Diferensiasi ini bisa jadi salah satu jalan paling jitu untuk menarik konsumen berdasarkan daya tariknya. Anda bisa memilih jenis diferensiasi ini berdasarkan produk yang dipasarkan dan kebutuhan atau kemungkinan calon konsumen akan menggunakan jasa atau membeli produk Anda.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Facebook Comments
Show Buttons
Hide Buttons