Menjalankan bisnis startup bukanlah hal yang mudah, tantangan demi tantangan akan selalu hadir baik yang mudah maupun yang sulit. Apalagi dengan persaingan yang tidak ada hentinya, kita wajib meningkatkan kualitas bisnis dan competitive advantage agar bisa kuat dalam persaingan.

Tapi bersaing dalam bisnis pun harus memiliki capital yang cukup, karena dengan hanya bermodalkan kreativitas kita akan sangat sulit menyaingi kompetitor yang memiliki dana cukup untuk iklan, produksi masal, menggaji karyawan yang hebat hingga fasilitas yang memadai. Untuk itulah bisa dikatakan semua bisnis startup harus memiliki pondasi keuangan yang solid dan kuat agar bisa memenangkan persaingan pasar.

Melalui dasar itulah hingga banyak sekali bisnis yang gencar mencari modal ventura (Venture Capital) atau lebih kita kenal dengan istilah investor. Mereka berlomba-lomba untuk terlihat ideal dengan pertumbuhan bisnis sangat bagus dan kreativitas jangka panjang yang menjanjikan.

Tapi sayangnya menurut Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVI), Andi Buchari, jangkauan pelaku usaha di Indonesia untuk modal ventura sangat kecil. Dari total keseluruhan 99.9% pelaku startup di Indonesia hanya ada 9,27% yang menerima pembiayaan dari bank dan bank juga hanya menjangkau 7,7% pebisnis startup/UMK saja.

Tapi apa yang bisa dilakukan oleh seorang pebisnis agar bisa mendapatkan modal atau Ventura Capital untuk bisnisnya?

Nah ada beberapa kriteria dari investor sebelum mereka memilih bisnis mana yang akan cocok untuk didanai.

Dalam sesi Roundtables di Tech in Asia Jakarta 2016 Raditya Pramana (Investment Manager, Venturra Capital) dan Dimitra Taslim (Associate, Monk’s Hill Ventures) membuka rahasia apa yang dilihat oleh investor dari sebuah bisnis. Setidaknya ada 3 pertimbangan penting yaitu :

1. Smartass Team

Artinya bisnis harus memiliki komposisi tim yang tangguh dan cerdas serta siap menghadapi semua tantangan dalam bisnis. Seringkali bisnis startup

mengalami kegagalan karena bermula dari tim yang kurang solid. Apalagi dengan visi misi yang harus sama tentang produk yang mereka jalankan.

2. Kickass Product

Kickass product artinya bahwa bisnis startup ini harus bisa mengeksekusi produk yang disruptif dan bisa diterima masyarakat. Produk ini harus benar-benar memiliki ketertarikan oleh masyarakat dan bisa bersaing dengan produk lain sejenis.

3. Huge-ass Market

Sedangkan huge-ass market artinya adalah market yang akan dimasuki sangat besar. Investor sangat memperhatikan ini, jika target market bisnis kita sangat luas maka peluang akan semakin besar untuk mendapatkan pendanaan modal venture. Juga dihitung berapa evaluasi jangka waktu tertentu sehingga bisa mendapatkan target yang diinginkan.

4. Spectrum of Craziness

Calon investor biasanya akan sangat teliti untuk melihat berbagai aspek yang dirasa penting. Mulai dari financial, produk, sisi komersial dan lain sebagainya. Termasuk kualitas founder dan timnya. Spectrum of craziness bisa diartikan sebagai ide gila yang bisa jadi inovasi terpenting dalam sejarah. Jadi mereka akan melihat seberapa gila ide kita untuk memulai bisnis tertentu dengan perhitungan rasio kemungkinan berhasil.

Setiap tahunnya beberapa perusahaan yang siap berinvestasi selalu menyeleksi ratusan bisnis startup yang mengajukan diri untuk didanai. Tentu dengan ide ide gila dan prospek kedepan yang sangat bagus.

Jika Anda berminat untuk mencobanya, strateginya tidak sulit. Ketahui empat hal di atas dan usahakan Anda memiliki semuanya dengan skor tertinggi. Lalu ikuti prosedur yang berlaku. Apalagi urutan nomor 4, ide gila yang jadi pertimbangan penting. Mengingat banyaknya pertimbangan dan calon pebisnis yang mengirimkan proposal, Anda harus terlihat unik dan beda.

Urutan mengajukan bisnis sendiri untuk didanai Venture Capital yaitu :

1. Roundtables_VC

Kirimkan portofolio Anda pada Venture Capital bisa melalui email atau picting. Lebih bagus jika Anda memiliki referensi dari orang lain yang cukup dikenal. Bisa dari pelatih bisnis atau dari rekan bisnis yang sudah mengerti track record Anda.

Pastikan portofolio terlihat menarik dan membuat perusahaan ini tertarik untuk mendanai bisnis Anda. Jika cocok maka Anda akan dipanggil untuk mempresentasikannya. Semakin besar usaha Anda maka semakin besar pula peluang mendapatkan pendanaan.

2. Pahami Calon Investor Anda

Anda wajib mengenal terlebih dahulu siapa investor yang akan didatangi dan seberapa besar kekuatan pendanaan mereka. Lalu timbal balik apa yang akan mereka

dapatkan. Ini perlu diperhitungkan matang-matang agar ketika presentasi bisnis Anda bisa menitik beratkan pada fokus tertentu. Misalnya mensingkronkan dengan visi misi perusahaan capital tersebut atau yang lainnya.

Anda butuh mengerti dan dimengarti dengan investor, jadi pastikan keduanya saling mengenal dan memahami apa yang dibutuhkan dan diinginkan satu sama lain. Jangan sungkan untuk bertanya agar mendapatkan informasi lebih rinci.

3. Lakukan Closing dengan Hebat

Setelah mengenal investor dan keduanya sudah menunjukkan ketertarikan, jangan lupa untuk segera mengambil keputusan. Biasanya setelah ini akan muncul tawar menawar yang cukup rumit. Jadi Anda harus mempertimbangkan dengan matang dan konsekuensi yang akan diambil. Ingatlah komitmen yang harus dipegang selama masa perjanjian ini berlangsung.

Closing yang hebat harus menghasilkan keputusan yang sangat menguntungkan bagi bisnis Anda. Misalnya kebutuhan pengembangan bisnis adalah 1 Milyar, maka usahakan closing lebih besar dari itu, dan investor memberikan keleluasaan bagi Anda untuk menjalani bisnis tanpa campur tangan keputusan.

Pada dasarnya sebagai pebisnis Anda dituntut untuk disiplin, menyiapkan tim yang solid cerdas dan tangguh serta menciptakan sistem bisnis yang kokoh. Setelah itu investor baru akan siap membiayai dengan sistem yang sudah kuat, jangan sampai sistem bisnis justru rapuh dan jatuh ketika mendapatkan pendanaan.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Facebook Comments
Show Buttons
Hide Buttons