PENTINGNYA BUSINESS PLAN : 3 TIPS MENULIS BUSINESS PLAN

Halaman 2 dari 3

Business Plan adalah tools yang Anda ramu: isinya strategi bisnis, cara Anda mengendalikan bisnis, cara Anda mengontrol keuangan Anda, cara Anda mendapatkan cashflow. So, apakah kemudian Business Plan itu harus detail atau Business Plan boleh simpel, singkat, jelas dan padat? Saya akan berikan beberapa tips cara menulis Business Plan, yakni:

Related Article : Pentingnya Business Planning : Kiat Jitu Membuat Bisnis Anda Sukses

1# Gunakan Kalimat Pendek

Kalimat pendek itu artinya kalimat yang tidak berbelit-belit. Please, Anda tidak perlu membuat kalimat yang panjang, buatlah kalimat yang singkat, jelas dan padat. Semisal, saya pernah membaca Business Plan seperti ini, yang menjelaskan tentang target;

“Saat ini, kami sedang mengejar target untuk mendapatkan 5 milliar rupiah. Karena pada tahun 2016 omset tertinggi kami adalah 4.5 milliar. Kami menetapkan 5 milliar agar tim kami bisa lebih tertantang dalam mengejar target.”

Panjang banget! Anda mau menjelaskan bahwa target Anda adalah 5 milliar. Silahkan Anda tulis: TARGET 5 MILLIAR. PENCAPAIAN TERTINGGI PADA TAHUN 2016 4.5 MILLIAR. Buatlah kalimat yang sangat simpel, jelas, padat dan mudah dipahami.

Itu adalah tips penulisan yang pertama. Usahakan jangan bertele-tele, rumit dan jangan terlalu banyak bunga-bunga kata. Karena Investor atau Bank paling tidak suka dengan hal tersebut; sukanya langsung to the point.

2# Hindari Jargon

Jargon adalah sebuah istilah yang hanya dipahami oleh orang-orang tertentu. Misalnya kalau Anda industrinya restoran, Anda mungkin mengerti tentang Ala Carte. Apa itu Ala Carte?

Nah, Ala Carte adalah Anda pesan menu satu-satu dan tidak pesan paket. Atau Anda ingin pesan Al Dente.Nah loh, apa itu Al Dente? Al Fresco itu apa? Itu semua adalah istilah-istilah di dunia restoran atau perhotelan.

Atau misalnya bisnis Anda adalah biro perjalanan, mungkin Anda akan bilang seperti ini, “Kita akan menggunakan tools untuk menghitung mileage dengan menggunakan ABC Guide” Nah loh, apa itu ABC Guide? Ngertinya aja susah.

Related Article : Value yang akan Mendongkrak Bisnis Anda

Misalnya Anda juga menceritakan tentang biro perjalanan, “untuk mendatangkan keunikan kami akan memberikan informasi safety on board kepada customer-customer kami, sehingga setiap customer akan dilayani oleh local guide dan kami akan menggunakan ETD sebelum berangkat” walah-walah bahasa apaan itu? Susah dimengerti. Nah, ketika kita menggunakan jargon-jargon seperti diatas, tentu akan membuat customer berpikir dua kali dan susah untuk memahami.

So, hindari jargon-jargon dalam Business Plan Anda. Pakailah bahasa langsung yang umum digunakan.

3# Gunakan Kata Sederhana (UMUM)

Bagi sebagian orang mungkin lebih mudah untuk mengerti apa itu download daripada unduh, ada pula orang yang lebih paham tentang forum daripada utas, atau kata passion daripada kata renjana. Walaupun renjana itu memiliki arti passion juga, tetapi dalam tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jadi, gunakanlah kata sederhana yang dipahami secara umum. So, itu masuk ke dalam cara menulis Business Plan.

Lalu Anda boleh menggunakan Bullet Point, supaya tidak terlalu membosankan. Daripada kalimat yang panjang banget, paragraf-paragraf yang panjang tetapi poin-poin penting tidak termuat di dalamnya.

Nah, meskipun dianjurkan untuk menulis secara singkat, jelas dan padat, tetapi tidak boleh terlalu sederhana dan tetap harus ada sedikit penjelasan.

Salam Pencerahan!

Halaman 2 dari 3

 

About the Author Tom MC Ifle

Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

>