BEKERJA TUNTAS

Bekerja merupakan bentuk dari aktifitas seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Walaupun sebenarnya, Anda bekerja tidak hanya sekedar untuk hidup, tetapi ingin kaya. Betul bukan?

Nah, sekarang apabila Anda ingin kaya apa yang harus Anda lakukan? Apakah dengan kerja keras atau kerja tuntas?

Ada perbedaan mendasar yang harus Anda pahami. Dimana orang yang bekerja keras belum tentu bekerja tuntas. Itu artinya, seberapapun keras Anda bekerja tapi kalau tidak tuntas, maka Imposible. Hasilnya tidak memuaskan dan menghabiskan waktu Anda. Begitu pun halnya dalam berbisnis, harus dijalankan sampai tuntas.

Related Article : 7 Pencuri Produktifitas di Kantor yang Wajib Dibasmi

Seorang pebisnis sukses percaya bahwa tidak ada segala sesuatu dilakukan tanpa kesungguhan. Kesungguhan merupakan syarat utama dalam bisnis. Bagi mereka yang ingin sukses dalam bisnis tapi tidak punya kesungguhan hal ini terkesan mustahil. Ciri-ciri orang yang sungguh-sungguh adalah orang yang mengerjakan pekerjaan dengan tuntas.

Orang yang bersungguh-sungguh hasil kerjanya simple, mereka bekerja sampai tuntas. Jadi jika Anda ingin maju, ingin sukses, siapapun Anda, baik itu karyawan, ibu rumah tangga, mortir, dsb. Tips saya bekerjalah sampai TUNTAS.

Orang yang hanya bekerja tapi tidak menuntaskan pekerjaanya adalah orang yang tidak punya tanggung jawab. Mungkin mereka sudah bekerja lebih dari 8 jam bahkan 14 jam sehari. Tapi kalau tidak tuntas, itu justru hanya membuat orang lain kecewa, baik itu Customer Anda, Atasan Anda atau bahkan Anda sendiri.

Karena orang yang bisa dipercaya adalah orang yang mengerjakan pekerjaanya sampai tuntas. kalaupun berat tapi dijalankan sampai tuntas.

Ada suatu cerita menarik. Seorang Atlit Lari sedang mengikuti Olimpiade. Dipertengahan pertandingan ternyata urat kakinya terputus. Dia terjatuh dan akhirnya petugas medis berdatangan untuk menolong pelari tersebut. Tapi apa yang terjadi? Pelari tersebut tidak ingin berhenti dan tetap ingin menuntaskan perlombaan.

Walaupun dengan kaki yang sangat sakit, urat yang terputus, ototnya yang memar. Dia tetap berlari dengan tumpuan kaki satunya. Tertatih-tatih ia berlari disisa pertandingan. Kemudian tiba-tiba ada orang tua yang turun dari stadion dan berlari mengejar pelari tersebut, “Nak, kamu tidak perlu melanjutkan pertandingan.” Dia adalah ayahnya.

Related Article : Hambatan Mental Pengusaha yang Dimanfaatkan Kompetitor

Tapi pelari tersebut tetap berlari dan bilang “Saya harus selesaikan pertandingan ini.” Sang ayah kemudian melepaskan anaknya dan akhirnya pelari ini berhasil sampai di garis Finish. Apa yang terjadi? Ternyata tepuk tangan penonton untuk orang yang muncul digaris finish paling akhir, lebih meriah daripada pemenang pertama.

Mengapa? Karena pelari tersebut mengerjakan tugasnya sampai tuntas, walaupun harus dengan berjalan dengan kaki yang amat sakit.

Ingatlah, prinsip ini juga harus digunakan dalam berbisnis yakni bekerja sampai tuntas. Jangan hanya ingin punya goal, “saya ingin punya uang yang banyak.” Tapi perbaikilah goal Anda untuk menuntaskan apa yang Anda putuskan.

“…You don’t get results by focusing on results. You get results by focusing on the actions that produce results.”_Mike Hawkins

Salam Pencerahan!

About the Author Tom MC Ifle

Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

>