Category Archives for Control

cash flow perusahaan

3 Sumber Cashflow Perusahaan Yang Perlu Di Ketahui Pengusaha

Hari ini saya mau sharing tentang 3 sumber cash flow dalam perusahaan yang perlu teman-team ketahui agar bisa menjalankan bisnis dengan benar dan lancar.

Continue reading
menghadapi price war

3 Langkah Menghadapi Price War Dari Dottonborry

Halo, kali ini saya ingin menjelaskan tentang bagaimana cara menghadapi Price War di dalam bisnis Anda.

Continue reading
efisiensi atau mati

Tahun 2018 Bisnis Harus Efisiensi Atau Mati

Selama ini bisnis owner masih beranggapan bahwa melakukan efisiensi harus memangkas biaya. Semua pengeluaran perusahaan harus dipotong: biaya pegawai dipotong, gaji dipotong atau bahkan mesin dijual. Namun, pada kenyataanya ketika bisnis owner melakukan hal tersebut, justru membuat program efisiensi tidak berjalan dengan baik bahkan gagal. Oleh karena itu tahun 2018 ini bisnis harus efisiensi atau mati

Nah, karena itu dalam artikel ini kita akan membahas bagaimana melakukan efisiensi yang tepat guna, sehingga perusahaan dapat berhemat sekaligus bertumbuh. Metode ini sudah menjadi best practice di dunia management, terutama di korporasi internasional, namun masih belum banyak dipraktikkan di segmen small medium enterprise (SME).

Continue reading

3 PENYEBAB UTAMA KREDIT BERMASALAH

Bagaimana berawalnya Kredit Macet itu terjadi ?

Apa yang terjadi dengan sebuah perusahaan yang memiliki target yang Agresif ?

Salah satu dari 3 penyebabnya adalah faktor Kebijakan.
Kebijakan bisa membuat Kredit Bermasalah, dikarenakan bisa jadi tidak punya kebijakan yang kurang jelas, bisa juga ada kebijakan tapi bisa dilongarkan.

Continue reading

BONGKAR RAHASIA BISNIS SUKSES DENGAN METODE EFEKTIF DAN EFISIEN

Apakah efektif lebih baik dari efisien ataukah efisien lebih baik dari efektif? Pertanyaan ini diajukan spontan kepada saya saat saya sedang melakukan workshop di Hotel Holiday Inn Kemayoran (09/02) dalam tema Efficiency Mastery. Bagi sebagian dari Anda mungkin juga pernah menanyakan hal yang sama tentang ini.

Masih banyak sekali Business Owner kebingungan dan terjebak dengan pertanyaan semacam ini atau mungkin tidak paham perbedaan antara efektif dan efisien. Akhirnya hal ini berdampak buruk pada bisnis yang dijalankan. Kenapa? Karena Business Owner melakukan pemborosan-pemborosan dalam bisnis yang tidak disadari dan dijalankan secara terus menerus. Business owner mendapat untung besar tetapi perusahaan merugi. Kok bisa? Nah, inilah yang akan kita bahas secara mendalam dalam artikel kali ini.

So, mari kita pelajari terlebih dahulu pertama-tama adalah apa yang membedakan bisnis yang efektif dengan bisnis yang efisien?

Related Article : 3 Efisiensi Bisnis Menambah Profit

Bisnis Efektif dan Efisien

Bisnis yang efektif adalah bisnis yang terus-menerus menembus target. Mereka menggunakan cara-cara yang tepat, biaya yang cukup signifikan untuk mencapai target perusahaan. Jadi, efektifitas berkaitan dengan TARGET, WAKTU dan HASIL AKHIR.

Misal, jika saya bertanya seperti ini: apakah efektif membunuh lalat menggunakan meriam? Tentu efektif. Apakah efektif membunuh nyamuk dengan bom nuklir? Tentu efektif. Tetapi apakah yang Anda lakukan itu bisa dibilang efisien? Belum tentu. Apakah hasil akhirnya tercapai? Jawabannya tercapai. Namun dalam hal ini saya akan bertanya, apakah yang Anda lakukan bisa dicapai dengan biaya yang murah? Belum tentu.

Nah, efisiensi berkaitan dengan BIAYA dan SUMBER DAYA. Jika Anda menggunakan sumber daya yang banyak tetapi mencapai hasil yang sedikit berarti Anda tidak efisien.

Sedangkan apabila Anda mencapai hasil tertentu dengan biaya yang lebih sedikit. Ini artinya Anda efisien.

Rumus Efektif dan Efisien

Rumus efektifitas dan efisien hampir sama. Jika dalam efisiensi, rumusnya adalah HASIL dibagi dengan SUMBER DAYA Anda. Misal, jika Anda ingin mengukur HASIL akhir Anda adalah omzet, kemudian SUMBER DAYA Anda adalah manusia. Penghitungannya adalah omzet dibagi jumlah manusia. Katakanlah omzet Anda sebesar Rp. 1 M dibagi jumlah manusia sebanyak 100 orang. Berarti 1 orang bisa menghasilkan Rp. 10 Ribu.

Cara Mencapai Bisnis Efektif dan Efisien

Nah, apabila jumlah karyawan yang 100 itu dikali dengan hasil akhir efisiensi yang Rp. 10 Ribu, maka hasilnya adalah 1 Milyar. Ini menunjukkan Anda bisa menghasilkan output dengan menggunakan sumber daya 100 orang. Tetapi ada juga yang menggunakan 50 orang, namun bisa mendapatkan hasil yang sama dengan 100 orang. Ini bisa jadi 50 orang lebih efisien daripada 100 orang. Nah, Inilah efisiensi.

Sedangkan apabila Anda berbicara target, maka Anda sedang berbicara soal waktu. Misal, Anda mempunyai target 1 Milyar dan bisa tercapai dalam waktu 1 tahun atau seperti ini, Anda mempunyai target 1 Milyar tetapi bisa tercapai dalam waktu 1 bulan. Mana yang lebih efektif? Yang efektif adalah 1 Milyar dicapai 1 bulan.

Lagi-lagi pertanyaannya adalah berapa orang yang mengerjakan atau mempercepat bisnis Anda dari omzet yang 1 milyar bisa tercapai dalam jangka waktu 1 bulan atau 1 tahun itu? Jika orang yang menjalankan bisnis Anda begitu banyak, memang penjualannya cepat tercapai tetapi apakah biayanya efisien?

So, apabila kita mencapai kesimpulan-kesimpulan ini, maka Anda akan memahami bahwa efektifitas berkaitan dengan waktu sedangkan efisiensi berkaitan dengan sumber daya. Business Owner harus bagaimana? Business Owner harus memikirkan dua-duanya, yakni harus tepat waktu tapi harus rendah biaya.

Nah, sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara kita mencapai kedua hal tersebut dalam bisnis? Ada 4 landasan penting yang harus Anda pahami tentang efektif dan efisien dan hal ini wajib Anda terapkan secara baik dan benar agar Bisnis Sukses, yakni:

Related Article : Bisnis adalah Soal Proses dan Strategi

1. Skill Sumber Daya

Landasan yang pertama adalah Business Owner harus memahami skill sumber daya yang mereka miliki. Kenapa? Karena jika sumber daya yang dimilikinya sangat skillful, maka akan sangat efektif dalam perusahaan.

Ada banyak orang ketika menjalankan bisnis dengan sumber daya yang tidak skillful, akhirnya butuh banyak orang. Kenapa? Benar, karena orang-orangnya tidak mempunyai skill dan akhirnya perusahaan membutuhkan tambahan SDM. “Pak, saya kerjanya sibuk. Tambah orang donk.” YA, permasalahan ini dikarenakan Anda tidak memiliki sumber daya yang canggih dan pintar, yang pada akhirnya Anda membutuhkan banyak orang.

Sebaliknya, ada orang yang skillnya tinggi kemudian kerjaan 5 orang bisa di

kerjakan oleh 1 orang. Ini artinya apa? Efektif dan efisien. Ingat, bahwa untuk menjalankan Bisnis Sukses yang efektif dan efisien maka sumber daya Anda harus terlatih.

2. Tepat Sasaran

Tepat sasaran maksudnya adalah jangan menetapkan sebuah target yang tidak prioritas atau jangan menentukan target yang terlalu banyak. Misal, “saya tahun ini mau naik profit, mau naikin biaya, mau nambah orang, nambah produk dan seterusnya.” Terlalu banyak kemauan yang Anda targetkan dan akhirnya kerja tidak efektif. Kenapa?

Karena terlalu banyak fokus dan kemauan yang Anda inginkan. Hal ini berdampak pada bisnis Anda dan bisnis tersebut bisa jadi akan kehilangan arah. Karena kehilangan arah, Business Owner jadi bingung, “dimana ya saya harus menambah orang, dimana ya saya harus kerja yang lebih fokus atau dimana ya saya harus kerja lebih cepat”.

Nah, intinya kita tidak pernah tahu dimana fokus yang akan kita kejar. Tapi andai kata Anda memiliki target, maksimum 3 goal, maka efektif dan efisien bisa tercapai.

3. Menghilangkan Pemborosan

Dalam pekerjaan sehari-sehari, kita seringkali melakukan pemborosan. Nah, pemborosan ini banyak sekali bentuknya. Misal, pemborosan menunggu. Menunggu ini merupakan salah satu bentuk pemborosan kecil tetapi memiliki dampak yang cukup besar bagi bisnis dan organisasi apapun. Contoh pemborosan jenis ini antara lain produksi berhenti karena mesin rusak (manufaktur), proses berhenti karena menunggu persetujuan dari atasan (perkantoran), dan sales tidak jualan karena menunggu customer. Pertanyaannya adalah apakah ini adalah hal yang efektif dan efisien?

Nah, menunggu ini bukanlah pekerjaan yang efektif. Kenapa? Saya pernah melakukan sebuah training dan ternyata saya harus menunggu peserta yang datang hampir satu jam. Inilah jenis pemborosan dan pemborosan lain yang bisa dilihat dari pekerjaan sehari-hari adalah pemborosan yang berkaitan dengan gerakan atau bolak-balik.

Jadi, Anda atau karyawan Anda seringkali melakukan gerakan-gerakan mondar-mandir, bolak-balik. Ini adalah pekerjaan yang mengakibatkan pemborosan terlalu banyak. Mengerjakan sesuatu yang tidak tuntas dan dikoreksi oleh orang lain, balik lagi untuk dikoreksi kemudian dikoreksi ulang dan berulang lagi. Nah, ini tidak tuntas dan menjadi tidak efektif atau efisien.

Related Article : Rahasia Memaksimalkan Waktu Anda Saat Ini

4. Pemborosan Inventory

Pemborosan inventory maksudnya adalah menumpuk barang. Menumpuk barang bisa jadi bagus, kalau mau lebaran. Tetapi kalau menumpuk barang dan akhirnya barang tidak terjual lalu barang menjadi deadstock, bagaimana? Ya… jadi tidak efektif dan tidak efisien.

Bagaimana caranya supaya kita bisa mencapai efektif dan efisien dengan lebih cepat? Anda harus memahami teknik-teknik dasar tentang EFFICIENCY MASTERY.

Jadi, dasarnya adalah efisiensi, bukan efektifitas. Mengapa harus efisiensi? Karena kalau dasarnya adalah efektifitas kemudian Anda ingin mengejar target, yang terjadi adalah Anda tidak peduli dengan biaya yang Anda keluarkan atau tidak peduli dengan sumber dayanya. Hal ini berdampak pada Bisnis Sukses dan Anda akan kehilangan biaya yang besar.

Tetapi kalau landasannya adalah efisiensi maka Anda akan fokus pada sumber daya yang ada untuk menghasilkan hasil tertinggi. Jadi, sumber dayanya harus dibuat terlebih dahulu dan sumber dayanya harus di analisa lalu di dongkrak supaya lebih dahsyat lagi. Inilah Prinsip Efisiensi.

Misal, kalau Anda mempunyai karyawan 5 orang, apa yang bisa Anda lakukan agar 5 orang ini bisa menghasilkan pekerjaan 10 sampai 20 orang? Yang tadinya produktifitasnya satu menjadi produktifitasnya dua, yang tadi hasilnya satu orang satu, sekarang satu orang bisa menjadi lima. Inilah yang harus Anda tambahkan.

So, semoga artikel ini memberikan manfaat untuk Anda dan seluruh Business Owner di Indonesia. 

Salam Pencerahan!

Continue reading

PENTINGNYA BUSINESS PLAN : 3 KRITERIA DALAM BUSINESS PLAN

Halaman 3 dari 3

Pertanyan lainya adalah jadi bagaimana sih, cara membuat Business Plan? Nah, sekarang untuk membuat Business Plan, Anda cukup mempunyai tiga informasi penting yang harus Anda ketahui. Tiga hal ini harus ada dalam Business Plan Anda. Jadi kalau tiga hal ini ada, maka Anda berhasil menciptakan Business Plan yang efektif.

Related Article : Pentingnya Business Plan : Kiat Jitu Membuat Bisnis Anda Sukses

1# Konsep Bisnis

Konsep bisnis ini maksudnya adalah Anda mau jualan apa, mau masuk ke industri apa, mau jual produk unggulan apa dan rencana Anda untuk mencapai target bagaimana?

Saya ambil contoh, ada sebuah bisnis; mau bikin pisang molen. Simpel! Lalu orang akan bertanya seperti ini, jadi konsepnya seperti apa sih? Oh..Usaha ini bergerak di bidang pengolahan dan memasarkan pisang molen yang fresh, berkualitas kemudian menggunakan pisang segar dan dibalut oleh tepung yang berkualitas tinggi.

Jadi, konsepnya seperti itu. Dijualnya fresh, dimasaknya fresh atau digorengnya juga fresh. Pertanyaanya adalah bisnis tersebut susah tidak untuk dipahami? Mudah. So, konsep bisnisnya sudah cukup? Cukup. Kalau memang begitu, berarti sudah jelas.

Tetapi kalau Anda ingin tambahkan, Anda pun bisa tambahkan. Misalnya, pisang molen ini akan dijual kepada mahasiswa yang suka cemilan di sore hari. Makin simpel, semakin jelas.

So, orang akan dengan mudah memahami bahwa “…orang ini mau jualan pisang molen ke mahasiswa, yang suka makan cemilan sore-sore. Berarti jualanya bukan pagi hari, dia akan jualan setelah jam makan siang dan akan ditunggu untuk ngemil di sore hari.”

Apakah konsep bisnis bisa ditambahkan lagi? Tentu boleh. Berarti target Anda adalah mahasiswa, senang ngemil, dan lokasi bisnisnya ada di mana? Lokasi bisnisnya ada di sekolah-sekolah, kampus-kampus. Lokasinya berarti harus lebih strategis dan dekat dengan orang nongkrong. Inilah Business Plan.

2# Menampilkan Keunikan kepada Customer

Anda akan menentukan siapa yang akan Anda bidik untuk melayani atau membeli bisnis Anda. So, ketika Anda mau menjelaskan pisang

molen, maka Anda juga harus menunjukan keunggulan bisnis Anda. Customer itu mau mendengar apa sih? Customer mau mendengar yang sifatnya untung buat mereka.

Ambil contoh, ada sebuah produ k kesehatan. Sebetulnya produk tersebut sama seperti produk-produk lain; sama-sama menjual vitamin dan menyehatkan. Nah, tetapi keunikan mereka adalah mereka mendapatkan rekomendasi dari banyak dokter. Pertanyaanya bisa tidak jadi keunikan? Bisa.

So, kalau produk Anda adalah molen tadi. Maka Anda bisa menampilkan keunikan dari produk Anda. Misal, pisangnya menggunakan pisang kapas atau pisang tanduk, pisang yang manis. Itu semua bisa dijadikan keunikan.

Related Article : Pentingnya Business Plan : 3 Tips Menulis Business Plan

Nah, untuk menjelaskna kepada konsumen. Maka kita harus mengerti apa yang diinginkan oleh konsumen. Kalau yang diinginkan adalah renyahnya, jelaskan bahwa makanan ini adalah makanan yang paling renyah dan yang nikmat serta gurih.

Ini semua bisa digunakan sebagai cara atau alat bantu untuk menarik customer Anda. Ingat, bahwa kategori pertama adalah konsep bisnis Anda dan yang kedua adalah siapa customer Anda dan bagaimana Anda mengkomunikasikan keunikan Anda. Yang ketiga adalah keuangan Anda.

3# Keuangan

Yang harus masuk ke dalam keuangan Anda itu simpel. Yakni, berapa biaya Anda yang harus Anda tutupi setiap bulan. Misalnya, apabila saya jualan pisang molen tadi, maka modal saya untuk jualan adalah 250 ribu dan modal itu hanya digunakan untuk satu kali produksi. Dan dalam satu kali produksi, saya jelaskan bahwa saya bisa membuat 50 pisang. Dari 50 pisang, satu pisang saya jual 2000 rupiah. Jadi 2000 dikali 50 maka saya akan dapat 100 ribu. Itu dalam satu hari. Berati sekarang, kalau saya jualan dalam satu bulan. Maka saya akan dapat omset 3 juta.

Nah, pengeluaran Anda setiap satu bulan adalah katakan 1 juta. Jadi, untuk breakeven 1 juta, Anda harus jualan berapa pisang?

Untuk bisa menutupi biaya operasional 1 juta, Anda harus jualan berapa pisang? Kalau satu pisang membuat keuntungan 1000 rupiah, berarti saya harus jualan berapa pisang untuk menutupi pengeluaran 1 juta ini? Sederhananya kira-kira seperti itu.

Jadi keungan itu simpel juga, jangan terlalu dibikin rumit!

Tetapi ada yang lebih rumit, yaitu membuat proyeksi. Membuat proyeksi artinya kira kira seperti ini; kalau saya menjual 50 pisang satu hari, itu masih OKE. Tetapi, kalau saya ingin jual 500 pisang satu hari, bagaimana caranya? Jawabanya adalah Anda butuh PLANNING. Anda butuh pemikiran, butuh strategi marketing yang lebih detail, lebih hemat dan lebih rinci.

Jangan khawatir, Anda mempunyai kesempatan untuk mengikuti workshop kami yang dipandu langsung oleh seorang Master Coach No#1 di Indonesia, Tom Mc Ifle (Coach Tom) tentang Business Plan. Coach Tom adalah Founder dan CEO Top Coach Indonesia yang telah membangun lebih dari 5 perusahaan yang berjalan tanpa beliau harus terlibat di dalamnya. Juga telah melatih lebih dari 1000 pengusaha dengan 25.000 jam coaching.

Di workshop tersebut Anda akan belajar detail sekali tentang Business Plan dan juga Anda akan belajar lebih banyak tentang bagaimana menghadapi persaingan pasar di tahun 2017 ini.

Nah, kalau semua hal diatas sudah ada dalam bisnis Anda. Dari memperhatikan empat kesalahan dalam business plan, 3 tips membuat Business Plan, dan 3 kriteria dalam Business Plan. Maka, bisnis Anda akan aman dan Business Plan Anda sudah sangat bagus.

Ingat, buat Business Plan Anda, tetaplah disiplin dan nikmati apa yang sudah Anda kerjakan di masa sekarang untuk masa depan.

Related Article : Value yang akan Mendongkrak Bisnis Anda

Salam Pencerahan!

Continue reading

PENTINGNYA BUSINESS PLAN : 3 TIPS MENULIS BUSINESS PLAN

Halaman 2 dari 3

Business Plan adalah tools yang Anda ramu: isinya strategi bisnis, cara Anda mengendalikan bisnis, cara Anda mengontrol keuangan Anda, cara Anda mendapatkan cashflow. So, apakah kemudian Business Plan itu harus detail atau Business Plan boleh simpel, singkat, jelas dan padat? Saya akan berikan beberapa tips cara menulis Business Plan, yakni:

Related Article : Pentingnya Business Planning : Kiat Jitu Membuat Bisnis Anda Sukses

1# Gunakan Kalimat Pendek

Kalimat pendek itu artinya kalimat yang tidak berbelit-belit. Please, Anda tidak perlu membuat kalimat yang panjang, buatlah kalimat yang singkat, jelas dan padat. Semisal, saya pernah membaca Business Plan seperti ini, yang menjelaskan tentang target;

“Saat ini, kami sedang mengejar target untuk mendapatkan 5 milliar rupiah. Karena pada tahun 2016 omset tertinggi kami adalah 4.5 milliar. Kami menetapkan 5 milliar agar tim kami bisa lebih tertantang dalam mengejar target.”

Panjang banget! Anda mau menjelaskan bahwa target Anda adalah 5 milliar. Silahkan Anda tulis: TARGET 5 MILLIAR. PENCAPAIAN TERTINGGI PADA TAHUN 2016 4.5 MILLIAR. Buatlah kalimat yang sangat simpel, jelas, padat dan mudah dipahami.

Itu adalah tips penulisan yang pertama. Usahakan jangan bertele-tele, rumit dan jangan terlalu banyak bunga-bunga kata. Karena Investor atau Bank paling tidak suka dengan hal tersebut; sukanya langsung to the point.

2# Hindari Jargon

Jargon adalah sebuah istilah yang hanya dipahami oleh orang-orang tertentu. Misalnya kalau Anda industrinya restoran, Anda mungkin mengerti tentang Ala Carte. Apa itu Ala Carte?

Nah, Ala Carte adalah Anda pesan menu satu-satu dan tidak pesan paket. Atau Anda ingin pesan Al Dente.Nah loh, apa itu Al Dente? Al Fresco itu apa? Itu semua adalah istilah-istilah di dunia restoran atau perhotelan.

Atau misalnya bisnis Anda adalah biro perjalanan, mungkin Anda akan bilang seperti ini, “Kita akan menggunakan tools untuk menghitung mileage dengan menggunakan ABC Guide” Nah loh, apa itu ABC Guide? Ngertinya aja susah.

Related Article : Value yang akan Mendongkrak Bisnis Anda

Misalnya Anda juga menceritakan tentang biro perjalanan, “untuk mendatangkan keunikan kami akan memberikan informasi safety on board kepada customer-customer kami, sehingga setiap customer akan dilayani oleh local guide dan kami akan menggunakan ETD sebelum berangkat” walah-walah bahasa apaan itu? Susah dimengerti. Nah, ketika kita menggunakan jargon-jargon seperti diatas, tentu akan membuat customer berpikir dua kali dan susah untuk memahami.

So, hindari jargon-jargon dalam Business Plan Anda. Pakailah bahasa langsung yang umum digunakan.

3# Gunakan Kata Sederhana (UMUM)

Bagi sebagian orang mungkin lebih mudah untuk mengerti apa itu download daripada unduh, ada pula orang yang lebih paham tentang forum daripada utas, atau kata passion daripada kata renjana. Walaupun renjana itu memiliki arti passion juga, tetapi dalam tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jadi, gunakanlah kata sederhana yang dipahami secara umum. So, itu masuk ke dalam cara menulis Business Plan.

Lalu Anda boleh menggunakan Bullet Point, supaya tidak terlalu membosankan. Daripada kalimat yang panjang banget, paragraf-paragraf yang panjang tetapi poin-poin penting tidak termuat di dalamnya.

Nah, meskipun dianjurkan untuk menulis secara singkat, jelas dan padat, tetapi tidak boleh terlalu sederhana dan tetap harus ada sedikit penjelasan.

Salam Pencerahan!

Halaman 2 dari 3

 

Continue reading

PENTINGNYA BUSINESS PLAN : KIAT JITU MEMBUAT BISNIS ANDA SUKSES

Sampai sekarang, masih banyak orang yang menanyakan tentang Business Planning. Sebagian besar mereka bertanya: apakah perlu saya membuat Business Plan, kapankah saya harus membuat Business Plan, bagaimana cara membuat Business Plan, dan adakah hal-hal penting yang harus saya perhatikan saat membuat Business Plan?

Nah, kali ini saya akan membagikan beberapa tips yang sangat penting bagi Anda. Beberapa idea yang sifatnya simpel, basic dan sangat vital yang harus Anda ikuti di dalam proses pembuatan Business Plan.

Related Article : Pentingnya Marketing Plan agar Produk Anda Laku Keras

Mengapa Planning itu Penting?

Planning itu ibarat seperti ini, kalau Anda memutuskan pergi ke suatu tempat kemudian Anda sudah tahu tujuannya dan Anda tahu apa yang akan Anda lakukan di tempat tujuan Anda.

Misal, Anda ingin liburan ke Bali, ingin bersantai-santai, menikmati laut dan pemandangannya. Tetapi kemudian Anda tidak menentukan kapan waktu Anda akan pergi, naik apa, mau secepat apa bisa ke sana: yang lama atau yang cepat. Sehingga ketika tidak ada perencanaan, harapan pergi ke Bali itu hanya angan-angan. Ada satu istilah yang mengatakan “a goal without a plan is just a wish” jadi, goal kalau tidak ada perencanaan itu sama saja dengan angan-angan.

Sampai sekarang, masih banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh Business Owner tentang Planning. Akibatnya, banyak perusahaan tidak mampu mengikuti persaingan bisnis yang akhirnya membuat bisnis tidak berkembang. So, supaya Business Plan Anda bisa berjalan efektif, mari perhatikan baik-baik beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh Bisnis Owner dalam Business Plan.

1# Business Planning Tidak Penting

Banyak yang masih beranggapan bahwa Business Plan itu tidak penting. Akhirnya mereka memutuskan untuk menunda membuat Business Plan. Banyak Business Owner yang beranggapan

bahwa kalau tidak ada niat untuk mendapatkan investor atau investasi dari Bank maka mereka bilang “Wah,,, saya tidak usahlah buat Business Plan. Buat apa?”

Nah, biasanya tujuannya sudah salah kaprah. Karena sebetulnya Business Plan tidak dibuat untuk Anda, tidak untuk pemodal, tidak pula dibuat untuk Bank. Tapi dibuat untuk bisnis Anda sendiri, agar Bisnis Anda maju.

2# Planning Hanya Fokus pada Profit

Kesalahan kedua ini sering kali terjadi, terlebih banyak pengusaha yang hanya fokus pada profitnya saja. Padahal profit itu datang secara otomatis. Kalau penjualan tercapai dan biayanya bisa ditekan, maka profit bisa didapatkan. Simpelnya seperti itu. Tapi yang menjadi masalah adalah banyak pengusaha yang tidak membuat planning cashflow. So, Business Plan hanya fokus pada profit tidak fokus pada cashflow.

Related Article : 5 Langkah Penting agar Bisnis Anda Melejit Sejak Awal Buka

Ingat, Business Plan yang tidak fokus pada cash flow, maka pada saat melakukan ekspansi atau saat melakukan pengembangan bisnis, mereka akan selalu kehabisan modal. Nah, ini yang sangat berbahaya. Anda tentu tidak ingin hal tersebut terjadi dalam bisnis Anda.

Jadi, penting sekali buat Anda yang membuat Business Plan, jangan hanya membuat Profit Plan tetapi Anda juga membuat Cash Planning atau Cash Projection.

3# Menunggu Ide Bisnis

Kesalahan yang ketiga adalah Business Owner masih menunggu ide bisnis yang mutakhir. Semisal, “saya ingin bikin Business Plan, tapi mau nunggu wangsit dulu.”

Nunggu ide dari alam semesta supaya saya dapat ide yang keren banget, baru setelah itu saya dapat membuat planning yang dahsyat.

Namun pada kenyataanya, kalau Anda menunggu ide, maka planning Anda tidak akan selesai-selesai, tidak akan pernah ada hasilnya. Anda hanya akan selalu menunggu ide-ide yang baru masuk. Padahal sebetulnya, ide itu bukanlah yang paling penting.

Dalam Business Plan, ide itu bukanlah hal yang diutamakan terlebih dahulu. Tetapi, yang terpenting adalah apakah Anda punya kesiapan untuk mengatasi masalah customer, permodalan, atau apakah Anda punya kesiapan untuk mencari karyawan yang tepat dan pemasaran yang lebih efektif? Inilah yang terpenting daripada sekedar menghabiskan waktu mencari ide bisnis.

Related Article : Pentingnya Sistem Bisnis untuk Mengembangkan Perusahaan

4# Takut Salah

Hal ini mungkin sering terjadi kepada Anda, yakni: seringkali Business Owner yang membuat Business Plan masih merasakan “takut salah”. Jangan pernah merasa takut salah, karena itu adalah rencana Anda dan yakinlah apa yang sudah Anda rencanakan, itu adalah yang terbaik. Semisal, ketika Anda ingin pergi ke Bali, Anda yang memutuskan untuk naik Lion Air, Garuda atau kapal, yang penting bagi Anda adalah sampai Bali.

Tidak perlu Anda membuat planning yang detail atau tidak detail, yang terpenting adalah tujuan Anda tercapai. Tetapi, tentunya kalau Anda memiliki kemampuan dalam membuat struktur atau planning, tentu itu akan lebih baik.

Kesalahan dalam Business Plan

So, selain 4 (empat) hal tersebut saya akan bahas juga: Apa sih, yang bukan Business Planning? Nah dalam hal ini, banyak orang yang membuat Business Plan itu sampai ratusan halaman, tebal sekali. Pertanyaannya adalah siapa yang akan membaca? Kapan waktu membacanya? Setelah bikin plan, terus mau dikemanakan? Apakah kemudian Business Plan tersebut Anda masukkan laci? Setelah masuk laci ternyata tidak dibaca lagi. Kalau hanya seperti itu, buat apa?

Sebetulnya membuat Business Plan itu tidak perlu detail atau rumit. Yang terpenting adalah Anda bisa membacanya, mengerti maksudnya dan ketika Anda menyampaikan ke orang lain, maka orang lain bisa mengerti maksud serta jalan pikiran Anda.

Jadi, mari kita sepakati terlebih dahulu bahwa Business Plan itu bukan tesis, skripsi, proposal pendanaan, laporan tahunan bukan pula research report; dimana Anda bikin laporan dan riset lalu kemudian Anda jadikan itu sebagai Business Plan. Itu semua bukan Business Plan! So, apa itu Business Plan?

Business Plan itu adalah alat dimana isinya adalah ramuan. Ramuan itu isinya adalah strategi, cara Anda memonitor bisnis, bagaimana Anda mempertanggung-jawabkan bisnis Anda, serta bagaimana Anda mengontrol – mengendalikan keuangan. Supaya ketika Anda bekerja bisa lebih serius.

Nah, bonusnya, kalau Business Plan Anda jelas dan bagus, lalu ketika Anda tunjukan kepada investor, maka investor akan tertarik untuk mendanai bisnis Anda. Jadi, investor itu bonus, bukan tujuan utama.

Related Article : Membangun Process Excellence yang Efektif

Ambil contoh, ketika sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin besar, maka ia membutuhkan permodalan dan butuh banyak investor supaya nantinya bisa seperti Go-Jek, Berrybenka, Tokopedia, atau katakana seperti bisnis-bisnis yang disuntik modalnya seperti, Grab, Uber, dsb.

Mereka semua gila-gilaan mendapatkan investor, miliaran bahkan triliunan. Kenapa? Karena konsep bisnisnya bagus, karena Business Plan-nya keren. Bukan karena ide bisnisnya, tetapi karena Business Plannya jelas sekali, yakni: bagaimana membuat investor itu tertarik untuk mendapatkan breakeven, untung yang banyak atau biasa kita sebut mendapatkan return on investment.

Halaman 1 dari 3

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Continue reading

90 DAYS ACTION PLAN

Mengapa Anda harus melakukan rencana kerja dalam 90 hari kedepan ?

Alasannya karena setiap 90 hari, bisa jadi arah bisnis mengalami perubahan, Customer bisa berubah, dan Competitor bisa masuk di dalam bisnis Anda.

Simaklah Video ini, karena Anda akan diberikan Langkah-Langkah yang bisa Anda lakukan untuk membuat sebuah Planning di 90 hari kedepan.

Continue reading

RESOLUSI 2017

JANGAN BUAT RESOLUSI TAPI BUATLAH GOAL DAN RENCANA AKTIFITAS.

RESOLUSI ITU TERLALU AWANG-AWANG.
GOAL DAN AKTIFITAS ADALAH KENYATAAN.

BUAT HUKUMAN RINGAN SETIAP ANDA GAGAL MELAKSANAKAN GOAL ANDA.

 

Continue reading
1 2 3
>