Penelitian tentang Employee Engagement (Bag.2)

Artikel ini adalah lanjutan dari “Penelitian tentang Employee Engagement Bag.1” yang Anda bisa baca disini

Pertumbuhan Tinggi dan Pengurangan Rendah

Best Employers di Indonesia mencapai empat persen pertumbuhan dan empat persen tingkat pengurangan daripada peserta penelitian. Best Employers juga secara sukses mengisi 20 persen lebih banyak pembukaan lapangan pekerjaan secara internal, dibandingkan dengan peserta penelitian yang lain. Best Employers tidak menghadapi tantangan dalam tingkat yang sama dalam kaitannya dengan menarik bakat dengan kemampuan kritis untuk mendukung bisnis mereka.

Generasi Y

Pelibatan Generasi Y muncul sebagai fokus utama bagi Best Employers di Indonesia dengan angka engagement yang sangat tinggi yaitu 81% pada kelompok umur ini. Menurut Lusi Lubis, direktur utama Aon Hewitt di Indonesia, Best Employers di Indonesia tahu cara menarik Gen Y dengan menawarkan aktivitas dan inisiatif yang sejalan dengan sifat kompetitif natural mereka daripada terus-menerus memberikan imbalan dengan insentif finansial.

Meskipun begitu, ini bukan kasus dengan pasar secara general dimana skor rata-rata Gen Y (61 persen) adalah 20 poin lebih rendah daripada Best Employers dan 10 poin lebih rendah daripada rata-rata umum pasar (71 persen).

Pesan paling umum yang ditekankan para karyawan Indonesia dalam brand atasan mereka adalah kebanggaan terhadap produk dan layanan organisasi serta nama brand. Penelitian Best Employers memperlihatkan bahwa saat sebagian besar organisasi di Indonesia percaya bahwa mereka memiliki manajer dengan brand yang tegas, ternyata pembawaan janji manajer tersebut tidak dirasakan secara jelas oleh para karyawan. Hanya tujuh persen organisasi yang berpartisipasi yang melaporkan deretan lengkap antara CEO dan SDM tentang definisi brand atasan mereka.

Ini menunjukan kesempatan yang jelas untuk para manajer dalam meyakinkan bahwa Employee Value Proportion (EVP) mereka unik dan menarik dan bahwa mereka menyampaikan dengan efektif tentang proposisi tersebut untuk orang baru, juga karyawan lama. Organisasi juga harus memastikan bahwa EVP mereka melekat dalam setiap aktivitas manajemen SDM dari perekrutan hingga manajemen pelaksanaan dan sistem imbalan.

Karyawan yang tidak terlibat akan berusaha menenggelamkan kapal

Jika itu terjadi di perusahaan anda, maka perusahaan anda hanya akan digerakkan 3 karyawan saja, 5 karyawan hanya akan menjadi penonton saja, dan 2 karyawan berpotensi untuk merusak perusahaan anda.

Tidak lain adalah dengan meningkatkan rasa percaya kepada manajemen bahwa mereka memiliki kompetensi yang baik untuk memimpin dan kompetensi yang baik dalam bidang yang mereka pimpin. Pemimpin juga harus memiliki integritas yang baik, dan terakhir memiliki rasa kepedulian yang tinggi kepada karyawan. 3 cara inilah para pemimpin yang baik membangun kepercayaan terhadap mereka.

Para karyawan yang terikat lebih banyak fokus pada tujuan dan nilai dari sebuah pekerjaan, jadi bukan lagi kepada apa yang harus saya kerjakan tetapi mengapa saya mengerjakan suatu pekerjaan dan ini dapat menghasilkan kemampuan yang meningkat 6 kali lebih besar dibandingkan apa yang dilakukan oleh para pesaing perusahaan.

Level rasa keterikatan karyawan dengan perusahaan akan semakin meningkat dengan karyawan dimana karyawan tersebut memiliki rasa kebanggaan yang besar terhadap kontribusi yang diberikan oleh perusahaan kepada masyarakat, komunitas dan dunia.

Karyawan yang terikat juga mampu mendorong virtual workforce dan rata-rata mereka menggunakan teknologi yang keren. Karena teknologi lah yang mendorong generasi Y.

Mereka juga mampu mendorong kreativitas. Karyawan yang terikat mampu mendorong adanya pemberdayaan dan inovasi bukan hanya sekedar prosedur dan kebijakan. Kenapa generasi Y penting? Karena generasi Y yang lahir antara tahun 1980 sampai dengan tahun 2000 akan menjadi lebih banyak daripada generasi baby boomers (lahir tahun 1946-1964) pada tahun 2015.

Tahun 2020 diperkirakan generasi Y ini akan mewakili 50% dari tenaga kerja. Jadi sebaiknya mulai sekarang, anda memperhatikan siapa karyawan yang menggerakkan usaha anda, siapa yang menjadi biasa-biasa saja, dan siapa saja yang bisa merusak perusahaan anda.

Referensi

About the Author Tom MC Ifle

Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

>