Menjalankan bisnis pada dasarnya itu menyenangkan, karena orang yang berbisnis seperti sedang melakukan seni. Indah untuk dinikmati, bahagia untuk dijalani. Bisnis memang harusnya bisa membuat orang bergairah dalam hidup. Jangan sebaliknya, bisnis justru membuat kita pusing, stress dan putus asa.

Seorang klien pernah bilang kepada saya seperti ini, “Coach, saya kapok menjalankan bisnis. Sering rugi dan saat bisnis nggak bergairah, saya tidak tahu bagaimana cara menghadapinya.”

Bagi orang yang baru pertama kali terjun ke dunia bisnis, boleh saja mereka mengatakan bahwa bisnis itu jelimet (membingungkan), istilah boleh asing. Namun bukan berarti setiap permasalahan dalam bisnis tidak bisa diselesaikan. Nah, salah satu permasalahan yang pasti dihadapi oleh semua Business Owner adalah ketidakstabilan dalam bisnis, entah diakibatkan karena omzet yang mulai menurun, penjualan sepi, atau permasalahan-permasalahan lain.

So, apa yang harus dilakukan untuk menghadapi hal tersebut?

Semua orang tentunya takut ketika bisnis yang dijalankan tidak mendapatkan hasil yang signifikan, betul? Terlebih lagi, Business Owner juga selalu dituntut untuk memiliki Strategi Jitu, agar nantinya kondisi bisnis yang lesu tersebut bisa diselamatkan. Tidak perlu merasa takut, apalagi menyerah, karena semua ini ada solusinya.

Ada lima hal yang wajib menjadi perhatian bagi kita semua, khususnya pada saat bisnis mulai lesu. Lima hal ini sangat penting karena akan menentukan apakah Strategi yang Anda lakukan sudah tepat atau tidak. Yakni:

1. Menyesuaikan Tantangan yang Dihadapi

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengenali terlebih dahulu mengapa bisnis Anda lesu? Ini adalah salah satu cara Strategi Jitu untuk 

kembali memulihkan bisnis Anda. Karena terjadinya penurunan omzet berarti ada masalah yang harus diselesaikan. Anda harus benar-benar tahu mengapa bisa demikian.

Apakah lesunya bisnis Anda diakibatkan oleh produk Anda yang bermasalah, kurang inovasi, kualitas yang menurun atau aspek eksternal yang secara langsung atau tak langsung berdampak pada internal perusahaan Anda. Atau jangan-jangan apakah memang ada kompetitor lain yang mulai menggeser produk Anda?

Ketika seorang Business Owner tahu tantangan yang dihadapi maka mereka harus mengubah rencana bisnisnya. Sesuaikan tantangan tersebut dengan Strategi Jitu yang akan Anda lakukan.

2. Fokus Perputaran Stok Tinggi

Pada saat kondisi bisnis sedang lesu, hal lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara mengajak seluruh tim Anda untuk fokus pada perputaran stok yang tinggi. Kenapa harus demikian? Sebuah perusahaan yang perputaran stoknya rendah, itu akan mengalami masalah pada Cashflow. Tentu hal ini akan sangat berbahaya bagi kelangsungan sebuah bisnis.

Jika dilihat lebih dalam, stok yang Anda beli tidak serta merta langsung terjual, betul? Oleh karena itu, kemampuan tim dalam menjual produk akan memberikan Anda kesempatan untuk memiliki perputaran stok yang lebih cepat. Ingat, hal utama yang paling Anda butuhkan sekarang ini adalah tim yang bisa diandalkan. Latihlah tim Anda agar mereka mampu menjual stok barang dengan cepat, semangat dan penuh tanggung jawab.

3. Produk yang Diminati Pasar

Pilihan selanjutnya adalah Anda bisa lebih berhati-hati dan cermat dalam memilih suatu produk yang akan Anda memaksimalkan penjualannya. Hal yang perlu Anda ketahui adalah, keadaan pasar yang lesu tidak akan pernah menyurutkan customer Anda untuk mencari barang atau jasa yang mereka butuhkan. Walaupun, skala jumlah yang mereka butuhkan tidak seperti pada saat bisnis sedang berjalan normal.

Nah, Anda memerlukan sebuah cara khusus untuk membuat customer Anda tertarik dengan produk yang Anda jual.

Hal tersebut akan sangat membantu Anda dalam proses produksi agar lebih efektif. Kenapa? Karena Anda hanya memproduksi barang atau menyediakan jasa yang diminati pasar.

4. Mengubah Strategi Marketing

Di era sekarang ini, kondisi bisnis mengalami kemajuan yang cukup pesat dan terus berkembang maka yang menjadi pertanyaan adalah apakah Strategi Marketing yang Anda lakukan sudah efektif? Bisa jadi, bisnis yang lesu dipengaruhi oleh Strategi Marketing yang salah.

Ingat, marketing penting sekali untuk dilakukan. Meski dalam menjalankan marketing terkadang harus membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika Anda yakin dengan cara ini, tentu tidak ada salahnya Anda melakukan cara tersebut. Namun satu hal bahwa promosi harus dilakukan secara efektif dan efisien.

Sebagai contoh, Anda bisa memulai langkah promosi dengan memanfaatkan internet, youtube atau sosial media via online, karena pada dasarnya cara-cara konvensional bisa jadi sudah dianggap ketinggalan zaman. Lebih-lebih lagi media sosial juga sebagai salah satu Strategi Jitu yang paling efisien untuk dilakukan. Kenapa? Selain murah, marketing online juga sangat efektif.

So, ubah Strategi promosi kuno, gunakan banyak media dan sarana seperti media sosial atau aplikasi online terkini lainnya. Jangkau lebih banyak sasaran konsumen bisnis Anda.

5. Melakukan Efisiensi

Tahap selanjutnya adalah dengan melakukan efisiensi. Melakukan efisiensi tidak hanya sekedar diartikan pangkas biaya ya. Mungkin sebagian besar dari kita menganggap bahwa melakukan efisiensi itu berarti pangkas biaya sebanyak-banyaknya, kualitas barang diturunin atau karyawan dikurangin.

Efisiensi disini maksudnya adalah Anda harus menghindari pemborosan-pemborosan dalam bisnis Anda. Seperti, pemborosan proses produksi yang sering menunggu, karyawan sering menunggu atau mungkin aktifitas sales marketing yang tidak bisa menambah calon prospek, dan sebagainya.

So, inilah kelima Strategi Jitu yang bisa Anda terapkan dalam bisnis Anda saat mengalami kondisi lesu. Ingat bahwa menghadapi kelesuan pasar dan menciptakan efisiensi adalah hal penting yang harus kita lakukan. Kita dituntut untuk terus berpikir kreatif dalam mencari solusi saat kondisi bisnis tidak mendatangkan hasil. Cepat dan tanggap terhadap situasi menjadi kunci bagi pengusaha agar bisnis yang ditekuni bisa bertahan dan sukses.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan bisa memberikan semangat luar biasa untuk membuat bisnis Anda berkelas dunia.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Facebook Comments
Show Buttons
Hide Buttons