3 VIRUS POSITIF UNTUK MEMPERBAIKI BISNIS

Kabar serangan siber yang melanda 125.000 sistem komputer di seluruh dunia pada Jumat (12/05) lalu mendadak viral. Akibat serangan ini, seluruh pengguna komputer di dunia HARUS waspada, khususnya Indonesia, Spanyol, Prancis, dan Rusia. Harus kita akui bahwa kinerja virus memang sangat cepat. Namun, kali ini saya tidak membahas virus WannaCry yang sedang ramai dibicarakan.

Pembahasan kali ini adalah tentang virus lain, sebuah Virus Positif yang harus Anda sebar kepada karyawan untuk membuat bisnis lebih sehat. Apakah Anda sadar bahwa sebagai pemimpin, secara langsung atau pun tidak langsung, setiap hari Anda menularkan virus kepada tim dan karyawan Anda?

Related Article : Bekerja Tuntas

Seorang Presiden Konsultan Pengembangan Kepemimpinan, Jack Zenger, menulis dalam Harvard Business Review bahwa ada 51 perilaku berbeda dari seorang pemimpin yang menular ke manajer kemudian ke karyawan. Zenger juga menyatakan terdapat beberapa hal positif, seperti integritas, kejujuran, ketegasan, dan kinerja yang juga bisa menular.

Virus apa yang Anda sebar?

Beberapa waktu lalu saya melihat sebuah video menarik, seorang pria melakukan sebuah eksperimen kecil. Dia berada di sebuah kereta yang dipastikan semua orang pada sibuk dengan urusannya masing-masing. Saat itu pria tersebut melihat handphone dan kemudian tiba-tiba tertawa lepas selama hampir 3 menit. Apa yang terjadi kemudian? Beberapa orang disamping pria tersebut ikut tersenyum lalu tertawa dan kemudian semua penumpang di gerbong itu juga ikut tertawa bahkan terbahak-bahak.  Inilah efek dari virus.

Nah, kabar buruknya adalah bukan hanya Virus Positif yang bisa menular tetapi berlaku juga untuk virus negatif, seperti ketidakjujuran, komunikasi dan perilaku yang buruk. Virus ini akan menular lebih cepat dan membawa dampak berbahaya terhadap keberlangsungan Bisnis Anda. Jika Anda membiarkannya berlarut-larut, maka Bisnis Anda akan sakit-sakitan bahkan bisa mati.

Karena itu dalam mencapai kesuksesan bisnis, Anda harus bisa menularkan Virus Positif. Nah ada 3 virus penting yang harus Anda sebar, virus ini terkait perilaku pemimpin, yakni:

1# Virus Attitude

Attitude disini maksudnya adalah sikap, tingkah laku atau perilaku seseorang dalam berinteraksi ataupun berkomunikasi

dengan sesama karyawan. Nah, sekarang pertanyaannya adalah seberapa sering Anda melakukan interaksi dengan karyawan Anda? Ingat, 90% karyawan sangat memperhatikan emosi pemimpinnya. Kenapa? Karena pemimpin bisa sangat mempengaruhi suasana hati, sikap, dan kinerja tim melalui penularan emosional.

Coba bayangkan, jika Anda sebagai Leader tidak disiplin, tidak berwibawa, tidak bisa membuat lingkungan kerja dinikmati, tidak peduli dengan kerja keras tim, dan tidak jujur, maka perilaku tersebut juga akan sangat cepat menular kepada karyawan.

Related Article : Mengapa Gosip di Kantor Membunuh Produktivitas?

Jika Anda fokus terhadap hal positif pada diri dan lingukangan Anda, tentu produktivitas tim akan meningkat. Bila Anda melakukan hal-hal baik terhadap tim, maka mereka juga akan menemukan banyak hal-hal baik tentang diri Anda. Inilah sebuah kekuatan virus, ia seperti flu yang cepat menyebar dan menular.

Menurut teori motivasi bahwa perilaku memang menular. Bahkan diyakini oleh banyak orang apabila kita ingin sukses, dekat-dekatlah dengan orang sukses. Kenapa? Jika Anda bergaul dengan orang-orang yang sukses, Anda akan mendapat energi positif yang akan membuat Anda menjadi positif, begitu juga sebaliknya. Pastikan Anda berhubungan dengan orang yang mampu bisa mendukung Anda untuk mencapai apa yang ingin Anda raih.

2# Virus Target

Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang objektif. Mereka selalu memiliki sebuah target yang realistis dalam pikirannya. Nah, sebagai seorang pemimpin yang mempunyai keinginan besar, tentu harus mempunyai target yang jelas, akan melakukan apa hari ini, karyawan harus ngapain dan apa target bulan ini sampai tahun ini.

Apabila pemimpin tidak terbiasa dengan menetapkan target, apa yang terjadi pada bawahan-bawahannya? Ya, karyawan kerja asal kerja, tidak punya target harian atau mingguan. Kalau sudah seperti ini, bisnis mau bertahan 10 tahun sangat susah. Jangankan 10 tahun, satu tahun saja bisnis akan sakit-sakitan.

Pemimpin yang baik adalah orang yang tahu apa yang mereka inginkan dan berusaha untuk mengejar target yang ditetapkan. Mengajak karyawan melakukan hal-hal yang pemimpin lakukan. Untuk itu terbiasalah membuat sebuat target dan berusahalah mewujudkannya.

3# Virus Produktif

Menjadi orang yang sibuk belum tentu akan membuat Anda menjadi orang yang berhasil, tapi dengan menjadi orang yang produktif pastinya akan membuat Anda sukses.

Virus inilah yang harus Anda tularkan kepada tim Anda agar kinerja tim bisa lebih dahsyat dan tidak asal kerja.

Presiden Jokowi pernah mengatakan bahwa kita harus membudayakan kerja pintar bukan kerja keras. Mengapa harus demikian? Orang yang kerja keras (sibuk) belum tentu produktif, sedangkan orang yang kerja pintar dia akan tahu caranya untuk lebih produktif.

Nah, sekarang bagaimana jika pemimpin sibuk sendiri tetapi ternyata tidak produktif? Tentu dampaknya akan sangat fatal. Apabila pemimpin tidak produktif, karyawan pun tidak akan produktif, jika karyawan atau tim sudah tidak produktif, penjualan akan turun bahkan deadstock. Karena itu, cobalah untuk tenangkan diri Anda, review komitmen dan target yang sedang dan akan Anda capai. Kemudian, tularkan ke karyawan Anda.

Related Article : Rahasia Memaksimalkan Waktu Anda saat ini

Buatlah prioritas dari tugas-tugas dan lakukan tugas tersebut satu per satu mulai dari yang terpenting. Berikan diri Anda untuk beristirahat disela-sela tugas satu dengan tugas lainnya. Ingat hasil adalah yang paling penting dibanding waktu yang Anda capai untuk meraih hasil tersebut.

Nah, dalam konteks perusahaan, ada jenis virus yang harus dihindari, yakni: Virus Uang.

Seorang pemimpin bisa saja tergiur untuk memanfaatkan kedudukannya untuk memperolah kekayaan secara illegal, entah dengan cara suap atau *koru… (bisa Anda lanjutkan dengan kata -psi). Apabila pemimpin sudah terjangkit virus ini, maka karyawan juga bisa tertular perilaku pimpinannya dengan melakukan hal yang sama walaupun dalam level yang terjangkau.

Karena itu, pastikan Anda hanya menularkan hal yang bersifat produktif dan positif ke lingkungan Anda.

Ingat, kebahagiaan seorang karyawan adalah hal positif yang bisa menular kepada orang lain di kantor. Ketika karyawan merasa senang, maka dia akan datang ke kantor dengan wajah yang enak dipandang. Dia senyum pada office boy, menyapa teman sekantor, memberi salam pada atasan hingga berbagi cerita dengan rekan kerja. Energi positif yang dibawa karyawan Anda akan membuat suasana kerja menjadi lebih nyaman dan dinikmati.

Pemimpin yang Positif

Nah, tugas Anda adalah menciptakan lingkungan yang positif. Tetapi sebelum menciptakan lingkungan kerja yang positif Anda harus membuat hal positif pada diri Anda sendiri. Ingat bahwa bagaimana Anda menghadapi masalah, bersikap dan bekerja mempengaruhi aura tim dalam perusahaan.

Sikap Anda tak hanya mempengaruhi perasaan baik atau buruk dalam diri Anda, tetapi juga mempengaruhi tim Anda. Karena itu cobalah untuk mencari hal positif dalam setiap situasi. Agar virus yang Anda sebarkan bisa memberikan dampak baik terhadap karyawan dan perusahaan.

Anda mungkin bisa mencoba cara berikut untuk bisa melatih hal positif dalam diri Anda di setiap kondisi:

1. Memperbaiki Mindset.

Berhentilah untuk menutup pikiran Anda sendiri, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri dan lihatlah segalanya dari sisi positifnya.

2. Mengingat Ketidaksempurnaan.

Anda tentu tahu dan sependapat bahwa tak ada seorangpun yang sempurna. Apabila persepsi Anda buruk terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah Anda lakukan tanpa mau mempelajari kesalahan tersebut, maka Anda akan terus menerus terpuruk.

3. Bersyukur

Seorang pemimpin yang sibuk memikirkan ambisi dalam bisnis, terkadang menjadikan mereka lupa untuk bersyukur. Coba Anda lihat di sekeliling Anda, keadaan mungkin bisa lebih buruk lagi namun Anda beruntung tidak mengalami hal yang lebih buruk dari hal tersebut, betul?

4. Mengendalikan Respon

Dalam kondisi dan situasi yang buruk, banyak dari kita mungkin langsung merasa bingung, marah, dan putus asa. Nah, latihlah diri Anda untuk tetap tenang agar Anda bisa memberikan respon yang baik. Anda bisa melakukan hal ini, tarik napas panjang-panjang dan hitung sampai tujuh untuk menenangkan pikiran.  Nah, jika Anda bisa menenangkan pikiran Anda sehingga dapat membuat diri Anda untuk berpikir lebih jernih sehingga Anda dapat mengambil pilihan dan keputusan yang baik dan benar.

Setiap hari, Anda menyebarkan virus lewat kepemimpinan Anda. Namun Anda dapat memutuskan apakah virus yang Anda sebarkan itu positif atau negatif. Semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi untuk menjadikan Bisnis Anda Kelas Dunia.

Related Article : 10 Tools untuk Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Salam Pencerahan!

About the Author Tom MC Ifle

Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

>