.st0{fill:#FFFFFF;}

5 Ilmu Ajaib Agar Jago Jualan 

 April 1, 2018

By  Coach Tom

5 ilmu ajaib agar jago jualan – hai saya Tom MC ifle founder Top Coach Indonesia. teman-teman hari ini saya ingin membahas tentang orang-orang yang sukses menjadi salesman orang-orang yang gagal menjadi salesman.

Orang-orang yang sukses menjadi salesman memiliki karateristik yang menarik dan ternyata orang yang gagal menjadi salesman memiliki karateristik yang Mirip. Orang-orang yang sukses menjadi salesman memiliki 5 karakter yang paling penting atau 5 karakter mendasar.

Mendengarkan Customer

yang pertama mereka mau mendengar, banyak sekali orang-orang yang mulai menjual tidak mau mendengar apa yang dikatakan oleh konsumen dan mereka sibuk untuk menjelaskan.

Memahami Emosi Customer

Karateristik yang kedua yang dimiliki oleh salesman hebat adalah mereka bisa mengendalikan emosi customer. ini adalah faktor yang mempengaruhi banget untuk membuat sebuah perusahaan sukses, karena salesmannya bisa mengendalikan emosi customer

Customer pada saat menginginkan sebuah produk bisa membeli karena satu emosi penting yaitu apa? Excitement. senang banget kalau sudah memiliki produk tersebut. excited banget kalau bisa memiliki solusi tersebut. excited sekali kalau bisa menujukkan kepada orang lain. excited banget kalau sudah dipajang di rumahnya. excited banget kalau misalnya bisa menceritakan ke anak dan istrinya.

emosi ini harus di rangsang harus dibangun harus dilatih dan juga harus di trigger oleh salesman kalau salesman. Kalau salesman tidak tau caranya mengendalikan emosi konsumen negatif, salesman gagal untuk menjual.
faktor yang ketiga adalah encapsolution. Encapsolution salesman yang bagus pinter dalam hal komunikasi bukan merayu customer. tapi pinter membuat sebuah produk sederhana, membuat sebuah produk yang rumit menjadi sebuah produk yang simpel oke.

Baca Juga : Strategi Diferensiasi Untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen

kalau anda menjual handphone yang anda jelaskan adalah segala macam fitur yang rumit, customer akan bilang aduh kayaknya saya nggak butuh deh. tapi kalau misalnya menjelaskannya, “bu ibu suka foto nggak? kalau ibu foto pakai ini sama dengan foto pake camera profesional” ow ya kayak gimana tu? Simple.

Atau misalnya “ibu punya anak diluar negeri mau nggak? punya. Mau gak komunikasi sambil camera-cameran sambil ngomong tapi tatap wajah, gratis pula”. ow iya mau , pake ini bisa. jadi simpel sederhana di sesuaikan dengan bahasa konsumen

Mengkomunikasikan Manfaat

yang keempat salesman yang hebat bisa menunjukkan manfaat tapi sesuai dengan solusi yang dibutuhin konsumen jadi salesman ini bisa menunjukkan manfaat, harus sesuai dengan solusi yang dibutuhkan oleh si konsumen. jangan menunjukkan manfaat yang tidak ada kaitan dengan konsumen ini adalah yang keempat.

Paham Cara Closing

yg terakhir adalah punya kemampuan closing. nah teknik yang terakhir ini adalah teknik yang paling banyak sekali dilupakan. sudah pinter komunikasi sudah bisa menjelaskan dengan baik sudah berkomunikasi dengan efektif, sudah bisa membangun assignment, eh satu lupa lupa di closing, so next time kita akan membahas 1 topik yang penting yaitu closing rules.

thank you so much, semoga bermanfaat sampai jumpa di video berikutnya saya Tom MC Ifle salam pencerahan

Coach Tom


Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

Your Signature

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Related Posts

Program Pinjaman Ibu Berdaya Kospin Sumber Rizki Mendorong Ekonomi Keluarga dan Kemajuan Nasional
Manajemen Piutang: Pengertian Manajemen Piutang, Tujuan & Fungsinya
Ciptakan Annual Meeting yang Berkesan
20 Pertanyaan Performance Appraisal Tahunan
>