5 KESALAHAN FATAL MEMULAI START UP BISNIS

Hai, saya Tom MC IFLE founder top coach Indonesia. Saya sudah janji dengan teman-teman untuk bahas mengenai apa saja kesalahan fatal yang dilakukan oleh pengusaha “START UP”. Kesalahan ini banyak sekali membuat pengusaha pemula gulung tikar. Ketika start up ini mulai banyak sekali berkembang di Indonesia, banyak start up yang memulai bisnis tanpa rencana. memang karena hobi karena punya latar belakang tertentu lalu mereka memulailah sebuah bisnis. yang menjadi masalah adalah ketika mereka memulai bisnis lalu salah pilih nama.

Kesalahan Start Up Bisnis#1. Salah dalam memilih nama.

Kalau nama ini bagus tetapi tidak dipahami oleh banyak audiens atau marketnya maka nama ini menjadi aneh. Misalnya ada suatu perusahaan namanya Dolphin, kalau Anda membayangkan Dolphin ini identik dengan laut, identik dengan air, identik dengan alat renang, tetapi ternyata prodaknya jauh banget dengan namanya tidak ada kaitannya dengan namanya. Sehingga pada saat dipromosikan lalu di branding orang tidak dapat memikirkan antara Dolphin dengan produknya sendiri adalah teknologi. Jadi nama ini penting sekali carilah nama yang familiar agar produk Anda mudah untuk diingat. Ini adalah tips yang pertama.

Kesalahan Start Up Bisnis#2. Terlalu mengandalkan produk

kesalahan fatal yang dilakukan oleh pengusaha baru/start up adalah hanya mengandalkan produk tidak mengandalkan marketing. Tapi jika hanya mengandalkan produk maka jangkauan untuk mencari customer” baru akan sangat susah. Memang produk adalah kunci pertama, kalau Anda bisnisnya kuliner maka produknya harus enak, kalau anda produknya fashion harus trendi dan berkualitas. Segi marketing bisa jadi branding yang cocok, warna yang pas dengan produk Anda kemudian website, facebook, sosial media, activity, and punishmen/interksi Anda di sosial media itu juga sangat” membantu. Ketika Anda memulai bisnis lalu Anda hanya mengandalkan produk dan berharap orang berbondong-bondong membeli produk Anda itu sudah merupakan kesalahan yang sangat” fatal yang dilakukan oleh para pengusaha pemula.

Kesalahan Start Up Bisnis#3. Terlalu jago produksi tapi tidak jago marketing

Saat memulai bisnis Anda fokus dengan produksi, tapi tidak fokus dengan customer. Sehingga yang terjadi adalah orang-orang yang menguasai market mereka menguasai bisnis. Ada suatu cerita menarik, ada seseorang pengusaha jago memasak dia fokusnya di dapur, dia bisa bikin makanan yang enak, bisa membuat produk yang berkualitas, lalu kemudian diserahkanlah marketingnya ke orang lain.

Tugas marketing ini yang kebetulan adalah keluarga sendiri bisa memasarkan produk dengan luar biasa sehingga permintaan menjadi berlipat-lipat ganda. Misalnya kalau awalnya hanya menunggu orang datang sekarang sudah ada sistem delivery bahkan ada catering, ada untuk pesta kawinan, untuk orang-orang yang meeting. Jadi pesanan makanannya banyak banget.

Nah, pertanyaan saya sekarang apa yang terjadi ketika si orang marketing ini konflik dengan si tukang masak. Karena yang punya bisnis adalah si tukang masak? marketing ini pecah, dia membuat brand baru sama-sama kuliner juga tetapi seluruh customernya dibawa pergi. So, ketika pecah maka si orang produksi ini / bisnis owner ini si tukang produksi ini harus belajar marketing dari nol , omsetnya langsung hilang 90% karena yang 10% ini hanya work in saja.

Jadi kesalahan fatal berikut ini adala hati-hati kalau anda jago di produk anda juga harus jago di marketing karena itu adalah 50:50 ,50% anda harus kuasai marketing, 50% anda harus kuasai produk. Ada banyak start up company mulai bisnis kemudian mereka menjual bisnis dengan sangat-sangat murah lalu akhirnya tidak bisa menutupi biaya operasional karena terlanjur ada banyak kompetitor yang menyaingi harga Anda.

Menjual harga terlalu murah diawal

kesalahan ke empat yang dilakukan oleh pengusaha pemula adalah mereka menjual dengan harga terlalu murah di awal. Kalau produk Anda adalah produk yang baru lalu pesaingnya sedikit kemudian termasuk produk yang inovatif saran saya jangan jual terlalu murah. Kenapa? karena untuk menjual produk Anda, membutuhkan customer yang banyak dan yang minat masih sedikit. Jadi bayangkan kalau modal saya satu juta lalu kemudian yang beli hanya sepuluh berarti biaya modal per customer adalah 1jt dibagi 10 ,berarti modalnya seratus ribu. sekarang kalau harga produk Anda hanya 50rb berarti Anda sudah rugi. Nah, supaya tidak rugi maka Anda harus menggunakan harga mahal supaya bisa menutupi atau break event secepat mungkin.

Terlalu Cepat Memulai Bisnis Baru

Kesalahan yang kelima ini adalah kesalahan yang paling banyak terjadi. Karena pada saat bisnis mulai bagus mulai tergiur untuk memulai bisnis” yang lain karena merasa kalau bisnis yang lama ini sudah sangat-sangat stabil, padahal masih sangat-sangat labil. So, mudah”an informasi dan ilmu ini bermanfaat untuk Anda, saya akan memberikan tips” berikutnya jangan lupa subscribe, like dan share vidio ini ke teman-teman Anda.

Salam pencerahan!

About the Author Tom MC Ifle

Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

>