leader berkelas

9 Cara Pas Jadi Leader Berkelas

Hai selamat datang di video kita kali ini, hari ini Saya akan membahas mengenai 9 Langkah menjadi leader berkelas.

Teman-teman kalau Anda memiliki bisnis meskipun Anda adalah pengusaha, meskipun Anda adalah Business Owner, Anda tetap harus memanaged, Anda tetap harus mengelola dengan baik, Nah Bagaimana cara kita untuk menjadi seorang leader yang mengelola dengan baik kalau Anda punya bisnis ataupun Anda menjadi seorang manager, ataupun Anda seorang supervisor.

9 point ini harus Anda lakukan agar bisnis Anda atau departement bisa melejit, sukses dan Anda akan naik kelas dengan lebih cepat.

1. How To Plan

Tips yang Pertama sebagai Leader Anda harus tahu How to Plan, bagaimana cara membuat sebuah planning nah kebanyakan orang membuat planning hanya berdasarkan apa yang dipikirkan oleh diri dia, nah How to Plan akan lebih efektif kalau Anda melibatkan karyawan, Anda harus set goals bersama-sama dengan karyawan dan Anda harus memastikan mereka harus tahu How to give achieve a goal, jadi Anda harus duduk rame-rame kita bicara teman-teman yuk kita bikin planning apa yang mau kita lakukan adalah satu dua tiga kita ingin mencapai misalnya omset naik 30% dari 30% apa yang mau kita lakukan bersama-sama ayuk kita duduk kita buat How to achieve the goal gimana car mencapai target-target tersebut, apa hambatan-hambatan yang harus kita lewati apa hal-hal yang mungkin hari ini belum kelihatan atau dulu-dulu tidak ada dan sekarang harus kita antisipasi.

Baca Juga : Pentingnya Business Plan: Kiat Jitu Membuat Bisnis Anda Sukses

2. Meng-Organize Team

lalu kemudian Anda melakukan yang namanya organizing tips yang kedua adalah bagaimana cara anda Mengorganize, mengorganizer artinya Anda menerapkan the best system to achieve the goal, organizing adalah mencapai tujuan dengan sistem yang paling efektif, Saya ambil contoh sederhana oke, Saya ingin terbang atau jalan-jalan ke jepang oke kita harus berpikir dong, How to Organize.

Apa yang harus Saya organize trip ini? nomor satu Saya pergi dengan siapa, Saya harus pergi sama siapa? o ternyata Saya pergi dengan istri dan anak, anak saya umur berapa? perlu bawa stroller atau tidak? perlu bawa makanan kecil atau tidak? perlu bawa susu atau tidak? perlu bawa koper berapa besar? kalau Saya sampai di jepang kota apa saja yang saya kunjungi? apakah Saya perlu bawa semua koper atau koper bisa delivery dari kota ke kota? apa yang kita lakukan? Saya plan, Saya masuk 1 kota lalu kemudian Saya pisah bagasi untuk kota tersebut dengan bagasi untuk kota berikutnya, jadi selama Saya perjalanan dari 1 kota ke kota lain Saya tidak tenteng-tenteng tas besar. Saya pakai kurir nah itu namanya mengorganize kalau dalam bisnis Anda harus mengorganizir, meja karyawan harus bagaimana? mereka kebersihannya harus bagaimana? cara mereka bekerja harus bagaimana? supaya apa? supaya bisa cepat mencapai target. So organize adalah teknik penting to be come a great manager.

3. Staffing

Teknik yang ketiga adalah Staffing, metode staffing ini adalah metode sederhana untuk memastikan orang yang Anda tempatkan bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan harapan Anda, nah untuk bisa sesuai dengan harapan Anda harus tau skill mereka, Anda harus tau kapasitas mereka, Anda harus tau waktu yang mereka miliki, Anda harus tau apa yang mereka bisa capai dalam waktu yang Anda tentukan. Kalau Anda tahu itu semua Anda bisa mengelola yang namanya staffing, Anda tidak akan under staff dan Anda tidak akan over staff, dua-duanya itu jelek under staff akan membuat Anda kelabakan over staff akan meciptakan pemborosan didalam bisnis.

4. Directing

Yang keempat namanya Directing, directing adalah kayak sutradara oke Anda sebagai orang yang mengerti tantangan didalam bisnis Anda bisa melihat dari atas Anda bisa melakukan yang namanya helikopter view lalu Anda melihat anak buah Saya menjalankan sesuai target nggak ? mereka menjalankan sesuai harapan Saya nggak? kalau nggak Anda directing, arahkan-arahkan arahkan-arahkan supaya semua mengarah ke tempat yang sama, Directing adalah sebuah skill penting untuk menjadi manager berkelas.

5. Motivating

Tips yang kelima adalah Motivating ada banyak business owner tidak mengerti How to motived. Memotivasi ada dua cara satu empowering dua encouraging, empowering berarti Anda memberikan kepercayaan dan memberikan yang namanya support resthinking, Anda melakukan yang namanya support resthinking Anda empower, giving power misalnya contoh ada katyawan yang begini Pak gimana caranya Saya bisa menyelesaikan masalah ini, Anda empower mereka untuk memberikan delegasi sesuatu yang mereka lakukan meskipun hal itu adalah hal-hal yang baru dan Anda encourage, encourage itu adalah mendorong mereka melakukan hal-hal diluar dari zona nyaman mereka. Encourage mendukung mereka nggak papa kamu coba dulu kalau kamu belum mencoba kamu belum tau, ayo kita coba ayo kita jalanin sama-sama encourage-encourage encourage-encourage diarahkan, dibangun, dibangkitkan, diajak, dibangkitkan lagi lemah dibangkitkan lagi diingatkan lagi lalu Anda empower berikan dia kepercayaan untuk menjalankan dan berbuat kesalahan, nah banyak business owner nggak mau karyawannya bikin kesalahan seperti Anda kalau tidak mau anak Anda bikin kesalahan, anak Anda nggak akan pernah bisa belajar. Nah kesalahan yang bagaimana? kesalahan yang terukur Anda harus bisa mengajak mereka untu mengambil keputusan encourage mereka dan empower mereka. Empower artinya kalau mereka sudah melakukan kesalahan Anda jangan marahin Anda kasih lesson learnnya ajar mereka untuk belajar sehingga next time mereka tidak melakukan hal yang sama that motivating.

Baca Juga: Training leadership bisa meningkatkan motivasi karyawan

6. Mengalokasikan Energy.

Oke Kita sekarang masuk ke yang keenam yang keenam adalah seorang manager tau Mengalokasikan Energy, energy Anda bisa dapat dari waktu, Anda bisa dapat energy dari team. So, kalau Anda bisa mengalokasikan waktu dengan baik, Anda bisa mengalokasikan orang dengan baik. Anda akan memiliki energy yang baik so alokasi adalah kemampuan Anda untuk melihat seberapa hebat dynamica karyawan Anda, seberapa bagus dynamica mereka untuk mengeksekusi pekerjaan-pekerjaan Anda, Anda bisa melihat ni o ada karyawan yang mulai lemah ni Anda tarik, Anda alokasikan orang menjadi energy yang lebih fresh sama seperti main bola, Pelatih ini melihat lapangan seperti ini ada yang mulai capek ada yang masik semangat ada anak baru ada yang bisa mengantikan, itu namanya mengalokasikan energy, mengalokasikan energy adalah kemampuan untuk melihat diluar daripada job description. Kadang-kadang ada orang yang bisa memberikan energy positif meskipun tidak memiliki job description seperti itu, tidak punya jobdesc untuk membangun energy, tapi Anda tau ni kalau orang ini Saya masukkin dia bisa membuat suasana lebih energic dan Anda bisa lakukan eksekusi jadi lebih baik dengan mengalokasikan orang-orang yang lebih positif.

7. Monitoring

Yang ketujuh namanya Monitoring kalau Saya punya bisnis lalu kemudian Saya sudah mengalokasikan orang, Saya sudah punya orang yang banyak, Saya sudah bikin planning next stepnya adalah monitoring. Monitoring adalah melihat apakah apa yang sudah Saya rencanakan benar-benar dilaksanakan monitor itu adalah melihat dari jauh, memonitor itu melihat dari jauh, melihat dari kacamata luar, gerakkannya bener nggak? gerakkannya bener nggak? cara jalannya bener nggak? melakukannya bener nggak? ada customer complain nggak? bisa jadi Anda belum bertindak apa-apa. Bisa jadi Anda belum menegur apa-apa Anda cukup memantau. Nah banyak bisnis di luar sana Business Ownernya tidak memantau sama sekali yang menarik adalah Anda tidak hanya memantau internal Anda harus bisa memantau eksternal. Customer, KOmpetitor, Politik, Ekonomi, ini semua harus dalam pantauan Anda ini semua harus dalam jangkauan monitoring Anda, Karena kalau ada perubahan di salah satu hal bisalnya perubahan dari kebutuhan customer Anda harusnya bisa mengubah apa yang Anda lakukan Anda harus ubah rencana Anda, itu adalah fungsi dari monitoring.

8.Controling

Yang kedelapan adalah Controling kalau monitoring sifatnya Anda melihat dari jauh, Anda melihat suasana diluar. Controlling adalah kita mengharapkan mereka ada didalam formasi, formasi terbaik untuk mencapai target-target yang sudah kita tetapkan, so Controlling bagian dimana Anda turun mengarahkan, mengarahkan ulang supaya Anda menuju ke tempat yang tepat.

9. Informing

Dan yang terakhir adalah Informing, informing adalah suatu aktivitas dimana Anda mengumpulkan team Anda menyampaikan feedback tentang output misalnya contohnya Saya mempunyai kepada karyawan output kita bulan ini bagaimana? output kita tahun ini bagaimana? output kita satu hari ini bagaimana. Kemarin Saya melakukan sesi coaching di salah satu BPR terbesar di Semarang, disesi pertama leadernya langsung mengeluarkan data output kita selama satu semester ini bagaimana, mana kita sukses, mana kita lemah dimana kita harus fokus dan disana kita melakukan monitoring, controling sekaligus juga informing.

Dan teman-teman 9 hal ini adalah 9 hal yang wajib Anda kuasai kalau Anda ingin menjadi seorang leader yang efektif, dan Saya percaya kalau Anda lakukan Anda akan sukses luar biasa.

Thank you So much jangan lupa like and subscribe untuk mendapatkan video-video lainnya. Saya Tom MC Ifle salam pencerahan.

About the Author Tom MC Ifle

Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

>