.st0{fill:#FFFFFF;}

Indikator & Contoh Penilaian Kinerja Karyawan Yang Tepat 

 June 11, 2021

By  Coach Tom

Penilaian kinerja karyawan merupakan kegiatan yang wajib dilakukan bagi sebuah perusahaan. Dengan memberikan contoh penilaian kinerja karyawan, Anda bisa mengetahui seberapa besar kontribusi karyawan bagi perusahaan Anda. Sehingga selain sebagai upaya untuk menjaga produktivitas karyawan Anda, juga dapat membantu Anda memberikan reward atau bonus kepada karyawan atas pencapaian yang telah diraihnya.

Penilaian kinerja karyawan harus memiliki kriteria yang objektif, adil dan transparan. Sehingga memerlukan metrik pengukuran pada proses maupun hasil kerja melalui indikator penilaian. Sebenarnya setiap perusahaan mempunyai indikator penilaian yang berbeda untuk mengetahui seberapa besar kinerja karyawannya. Untuk lebih jelasnya, berikut indikator dan contoh penilaian kinerja karyawan.

Apa Pentingnya Penilaian Kinerja Karyawan?

Penilaian kinerja disebut juga sebagai evaluasi kerja, tinjauan kinerja, maupun penilaian karyawan sebagai upaya untuk menilai prestasi guna meningkatkan produktivitas perusahaan dan karyawan itu sendiri.

Dengan adanya penilaian kinerja karyawan, ada banyak manfaat yang didapatkan diantaranya karyawan lebih termotivasi agar bekerja lebih giat dan lebih baik lagi, bisa meningkatkan kepuasan dalam bekerja, mengetahui standar hasil pekerjaan, mengetahui kelemahan dan kelebihannya sekaligus dapat memperbaiki kelemahan karyawan itu sendiri. Selain itu juga dapat meningkatkan motivasi dan loyalitas karyawan untuk mencapai visi perusahaan.

Penilaian kinerja pegawai juga berperan penting bagi perusahaan. Diantaranya bisa meningkatkan pencapaian visi perusahaan, mengembangkan keterampilan, kemauan dan kemampuan karyawan untuk bekerja, meningkatkan kebersamaan, terjalinnya komunikasi secara efektif demi tujuan perusahaan dan bisa meningkatkan pandangan luas tentang tugas karyawan Anda.

Indikator dan Contoh Penilaian Kinerja Karyawan

1. Presensi

Indikator penilaian kinerja karyawan yang pertama adalah tingkat kehadiran atau presensi. Presensi ini bisa menggambarkan kepatuhan karyawan terhadap peraturan perusahaan tentang kesadaran pada kewajibannya dan waktu kerja karyawan itu sendiri. Maka dari itu, selain diukur berdasarkan kehadiran karyawan, presensi juga diukur dari ketepatan waktu saat masuk kerja sekaligus menyelesaikan pekerjaan. Dimana keterlambatan berulang dapat mengurangi durasi waktu kerja yang sekaligus dapat mengurangi tingkat produktivitas karyawan itu sendiri.

2. Produktivitas Karyawan

Mengukur kuantitas karyawan adalah hal terpenting yang harus diperhatikan dalam penilaian kinerja karyawan. Anda dapat melihatnya berdasarkan banyaknya produk atau kinerja yang dihasilkan selama periode waktu tertentu, baik setiap jam maupun setiap hari. Anda juga bisa mempertimbangkan indikator deadline dalam contoh penilaian kinerja karyawan. Misalnya seberapa gesit karyawan menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu.

3. Layanan Kepada Pelanggan

Indikator penilaian kinerja bagi karyawan yang bekerja di perusahaan jasa, salah satunya adalah penilaian tentang layanan mereka kepada pelanggan. Biasanya sistem penilaian kinerja karyawan bisa dilihat berdasarkan banyaknya konsumen/pelanggan yang telah ditanganinya, berapa banyak produk yang kembali dan lamanya rata-rata waktu yang diperlukan karyawan tersebut untuk mengatasi keluhan pelanggan. 

Hal ini menunjukkan tingkat kecekatan karyawan untuk menghadapi pelanggan. Adapun cara menilai kinerja karyawan di bidang pelayanan jasa ialah dengan cara meminta feedback tiap-tiap pelanggan mengenai kesan mereka selama dilayani oleh karyawan tersebut.

4. Memanfaatkan Waktu Kerja

Anda juga bisa menilai bagaimana seorang karyawan mempergunakan waktu kerjanya. Contoh penilaian kinerja karyawan ini misalnya, saat Ia telah menyelesaikan pekerjaannya dan tidak ada pekerjaan lain yang harus dilakukan, hal ini dapat dijadikan potensi mengevaluasi kinerja yang karyawan Anda lakukan. 

Caranya adalah dengan mengetahui bagaimana karyawan tersebut menggunakan jam kosongnya, apakah mempelajari hal-hal baru, mengobrol bersama teman/rekan kerjanya, membaca email atau bermain media sosial.

Jika karyawan Anda produktif, maka Ia harus bisa memanfaatkan jam kerjanya dengan semaksimal mungkin. Jadi, ketika mereka memiliki waktu senggang, mereka akan memanfaatkan waktu tersebut untuk mempelajari hal baru atau mengembangkan kemampuannya.

5. Kontribusi

Indikator penilaian kinerja karyawan selanjutnya adalah kontribusi karyawan itu sendiri. Demi mencapai metode penilaian ini, Anda bisa memberikan target yang dapat dicapai oleh karyawan untuk beberapa bulan yang akan datang. Jika dirasa waktunya terlalu lama, Anda bisa menargetkan selama beberapa minggu saja.

Dengan contoh penilaian kinerja karyawan ini, Anda dapat melihat antusiasme kontribusi karyawan bagi perusahaan. Namun ingat, menyelesaikan target proyek selama waktu yang sudah ditentukan bukan tujuan utama dari cara penilaian kinerja ini, melainkan dengan melihat kualitas layanan atau barang yang dihasilkan. Apabila hasil yang ditampilkan adalah yang terbaik, ini artinya karyawan masih ingin berkontribusi bagi perusahaan. Ia pun bisa membuat perusahaan lebih produktif.

6. Keselamatan Kerja

Ini adalah indikator penilaian kinerja khusus bagi karyawan pabrik yang umumnya dapat bekerja di beberapa unit kerja, seperti produksi, packaging produk, perawatan peralatan dan instrumen.

Bagaimana Anda menilai indikator yang satu ini? Caranya Anda dapat menghitungnya berdasarkan beberapa poin berikut :

  • Penggunaan APD atau alat keselamatan kerja.
  •  Jumlah kecelakaan yang dialami oleh karyawan.
  • Training keselamatan kerja.

7. Kerja Sama Tim

Contoh penilaian kinerja karyawan selanjutnya ialah team work. Berdasarkan teorinya, pengukuran indikator ini memang cukup sulit sebab biasanya terkesan abstrak. Walaupun begitu, Anda dapat menilainya dilihat dari jumlah konflik yang terjadi antar karyawan, kemajuan proyek dengan melibatkan karyawan antar lintas departemen dan pencapaian sasaran tim.

9. Kemampuan Menyampaikan Ide

Anda juga bisa melihat kemampuan karyawan dalam menyampaikan ide mereka. Jika karyawan mempunyai ide cemerlang, tentu percuma jika mereka hanya menyimpannya sendiri.

Contoh penilaian kinerja karyawan untuk indikator ini, misalnya saat brainstorm untuk ide-ide kreatif yang sangat diperlukan Dari sini Anda dapat melihat mana karyawan yang aktif dalam menyampaikan ide.

Kemampuan untuk menyampaikan ide karyawan bagi perusahaan cukup penting, sebab dapat memberikan nilai karyawan itu sendiri. Bisa saja ide atau gagasan yang dimiliki hadir untuk menciptakan produk atau inovasi baru sehingga dapat membawa kemajuan pada perusahaan.

10. Wawasan Seputar Pekerjaan

Penilaian kinerja karyawan ini berhubungan dengan tingkat kecepatan dan mutu pekerjaan karyawan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab mereka terhadap perusahaan. Melalui wawasan yang dimiliki oleh karyawan terkait jobdesknya, diharapkan dapat memberikan hasil pekerjaan yang terbaik. Tentu menjadi nilai plus tersendiri jika ada kesesuaian antara disiplin ilmu yang dimiliki karyawan dengan bidang kerja yang mereka

Parameter dari penilaian kinerja ini memiliki indikator yang berbeda di setiap unit kerja. Indikatornya memang tidak dapat disamaratakan, tapi ada parameter-parameter lainnya yang dapat dipakai untuk keseluruhan unit kerja.

Oleh karena itu, wawasan dan pengetahuan tentang pekerjaan yang dikerjakan oleh karyawan bersifat sangat krusial supaya semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan tepat.

11. Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah salah satu indikator dalam contoh penilaian kinerja karyawan yang sangat penting bagi sebuah pekerjaan. Dimana faktor tersebut dinilai untuk melihat bagaimana potensi karyawan dalam memimpin. Selain itu, bakat tersebut selain melihat tanggung jawab karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya tetapi juga melihat jiwa kepemimpinan karyawan untuk bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan kerjanya.

Coach Tom


Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

Your Signature

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Related Posts