Mengapa Generation Gap dalam Kaderisasi Bisnis Harus di ANTISIPASI

Munculnya konflik tentang generation gap secara sederhana dapat dilihat karena ada kesenjangan nilai-nilai yang telah dibawa setiap generasi. Apabila setiap individu mampu mengkomunikasikan nilai-nilai yang mereka bawa dengan baik, maka konflik tersebut dapat dihindari. Nilai-nilai dari organisasi dapat terjaga dan tidak menjadi pudar, organisasi dapat mengembangkan karakter pada setiap individu sehingga akan muncul para pemimpin yang dapat memimpin di dalam keanekaragaman generasi, dan tentu saja produktifitas serta kinerja perusahaan meningkat.

Dengan memahami karakteristik pada setiap generasi akan membantu Anda menemukan solusi dari generation gap tersebut. Organisasi yang sehat harus dapat menghubungkan nilai perusahaan dengan nilai yang telah dibawa oleh setiap individu yang dilatar belakangi dari berbagai lapisan generasi. Pada kenyataannya, manusia memang tidak mudah untuk dimotivasi dan dikendalikan, tetapi mereka memiliki empat dimensi yaitu tubuh, hati serta pikiran dan jiwa yang dapat menjadi saluran bagi organisasi dalam menanamkan nilai-nilai organisasi. Suatu organisasi memang selayaknya memandang manusia sebagai aset yang penting dan bukan membandingkan manusia dengan sumber daya dan teknologi. Berikut cara menghindari kesenjangan generasi didalam perusahaan, antara lain :

1. Memahami Setiap Generasi adalah Berbeda

Setiap individu yang menjadi bawahan atau mungkin menjadi atasan Anda, pasti memiliki bakat dan cara yang berbeda di dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sehingga setiap pemimpin harus dapat memilah-milah jenis pekerjaan yang akan dibagikan. Sebagai contoh; ada pekerjaan yang harus dikerjakan secara multitasking, generasi yang lebih junior atau lebih muda adalah orang yang cocok untuk mengerjakan pekerjaan tersebut  karena mereka mempunyai banyak energi dan selalu memiliki antusias. Setiap generasi harus mampu berkomunikasi dengan hormat dan menerima bahwa memang ada perbedaan yang nyata. Sehingga Anda harus dapat menggendalikan situasi yang beda dengan cara yang berbeda pula.

2. Mampu Menyelesaikan Titik Gesekan atau Konflik

Titik gesekan yang terjadi pada generation gap biasanya adalah masalah komunikasi. Tetapi apabila Anda sudah mengetahui dan mempelajari karakteristik pada setiap generasi, maka Anda dapat melakukan komunikasi dengan baik dengan mereka. Sebagai contoh, senior lebih suka melakukan komunikasi dengan berbagai macam memo secara tertulis, berarti dalam melakukan interaksi dengan generasi ini semua harus jelas dan tertulis. Sedangkan generasi junior lebih menyukai komunikasi dengan cara berbicara langsung dan secara pribadi, jadi bila Anda ingin menugaskan sesuatu, harus secara langsung diutarakan dengan gaya bahasa yang hormat. Apabila Anda hendak menegur atau memberikan masukan terhadap hasil kerja mereka, maka lakukan hal itu secara langsung tetapi pribadi.

Begitu juga dengan penghargaan, untuk senior mereka tidak perlu diberitahukan bagaimana cara melakukan suatu pekerjaan dengan baik dan mereka akan termotivasi apabila mendapat pengakuan atas prestasi melalui memo yang ditulis dengan tangan dan mendapatkan point rewards. Tetapi hal itu berbeda dengan generasi junior, mereka lebih menyukai pengakuan kerja dengan berbagai dokumentasi seperti sertifikat, kenaikan promosi, kemajuan karir, dan pemberian tunjangan sebab mereka menyukai uang serta pengakuan yang terbuka di hadapan rekan kerja mereka

3. Libatkan Semua Orang

Setiap generasi memiliki sifat yang berbeda-beda, karena setiap manusia memiliki 4 dimensi yaitu tubuh, hati, pikiran dan juga jiwa. Maka pada dasarnya mereka mau untuk diperlakukan sebagai manusia yang seutuhnya. Oleh karena itu perlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan. Ketika Anda melihat generation gap di dalam angkatan kerja, melihat 4 generasi yang berbeda di dalam angkatan kerja, dan harus memahami beberapa sifar penting yang ada pada mereka, maka Anda akan memahami beberapa hal yang memotivasi mereka. Anda akan mengerti bahwa mereka sedang mencari pekerjaan dan keseimbangan untuk hidup. Oleh karena itu libatkanlah setiap generasi dalam melakukan pekerjaan di perusahaan, supaya terjadi keakraban.

Itulah beberapa tips dalam menghindari generation gap di dalam suatu perusahaan. Setiap manusia pasti akan berkembang, sehingga akan memunculkan sebuah generasi yang baru. Apabila setiap generasi tersebut tidak disatukan, makan pekerjaan tidak dapat berjalan dengan baik dan harmonis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Tahun ini mencari karyawan akan semakin sulit. Untuk itu, menjaga karyawan yang sudah ada sangat membantu menurunkan biaya rekrutmen yang mahal. Jika generation gap bisa Anda atasi bisnis semakin jaya, pekerjaan lebih cepat selesai, team semakin harmonis.

Salam Pencerahan!

Related Articles :

About the Author Tom MC Ifle

Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

>