.st0{fill:#FFFFFF;}

4 Tips Sakti Menghilangkan Rasa Malas Saat Semangat Bisnis Mulai Hilang 

 April 29, 2021

By  Coach Tom

Saat seseorang menjalankan sebuah aktifitas atau pekerjaan, banyak dari mereka berhenti di pertengahan jalan. Mungkin pada awalnya semangat mereka menggebu-gebu tetapi lagi-lagi saat di pertengahan jalan, menjadi “maaf” loyo. Bisa jadi pada saat ingin membangun sebuah usaha dari nol, antusiasnya sangat tinggi sekali di awal-awal. Tetapi kemudian saat gagal datang, menjalankan bisnis menjadi lemas, malas tiba-tiba datang, hal tersebut tentu akan menjadi penghambat bagi kesuksesan Anda.

Dalam kasus ini, banyak sekali orang mengalami kegagalan karena tidak mampu menolak rasa malas tersebut, begitu juga sebaliknya. Nah, orang yang sukses tidak pernah berhenti berusaha dan bekerja, apabila malas datang mereka akan mencari tahu titik kesalahan dalam usahanya. Sebelum kita masuk lebih dalam membahas rasa malas, mari kita pelajari terlebih dahulu terkait beberapa hal yang akan saya sampaikan.

Apa itu Rasa Malas?

semangat belajar

Rasa malas adalah sebuah perasaan yang tidak berenergi dan membuat kita merasa berat sekali untuk melakukan aktifitas apapun dan rasa malas ini merupakan sesuatu yang sangat manusiawi, artinya setiap orang bisa merasakan hal tersebut. Bisa jadi pada saat dirinya tidak enak badan atau tidak bersemangat, hal ini bisa saja mengakibatkan penyakit malas datang.

Pada tingkatan yang lebih ekstrim rasa malas diartikan sebagai suatu penyakit mental, yang mempunyai ciri suka menunda-nunda pekerjaan. Nah, apapun jenis pengertian dari rasa malas tersebut, semua tidak dianjurkan untuk dilakukan. Kenapa? Karena malas akan membuat produktifitas kita menurun. Kalau produktifitas sudah menurun maka semangat bisnis akan terkesan ogah-ogahan.

Mengapa ada Orang Malas?

1. Tidak Punya Alasan yang Kuat

Faktor yang pertama adalah karena mereka tidak memiliki alasan yang kuat. Apabila Anda tidak memiliki alasan yang kuat, rasa malas akan muncul. Misal, contohnya begini saya malas sekolah. Kenapa malas sekolah? Karena tidak punya alasan mengapa harus pergi ke sekolah. Mungkin juga bisa seperti ini, kenapa Anda malas bekerja? Karena tidak punya alasan yang kuat untuk rajin bekerja.

Apabila ada orang yang malas belajar, mungkin dia tidak punya alasan yang kuat dibalik aktifitas tersebut. Jadi, rasa malas terjadi karena tidak adanya alasan yang kuat. Apa itu alasan yang kuat? Alasan kuat adalah motivasi besar untuk menjalankan aktifitas atau meraih sesuatu hal yang diinginkan.

2. Kekurangan Energi

Sekarang mari bayangkan, kalau misalnya ada orang yang rajin sekali lalu kita tanya, kamu kenapa rajin banget? Saya tidak tahu, saya tidak ada alasan untuk rajin. Itu berarti merupakan sebuah kebiasaan atau dalam hal ini mereka memiliki energi. Ada orang yang begitu giat sekali bekerja tetapi ternyata tidak mempunyai alasan mengapa mereka melakukan hal tersebut. Nah, ini adalah sebuah habit atau kebiasaan untuk aktif.

Tetapi kalau orang yang malas, itu biasanya diakibatkan karena tidak adanya alasan yang kuat dan kurang energi. Di dalam tubuhnya tidak memiliki cukup kekuatan untuk melakukan aktifitas tertentu. Misal contohnya dia lagi sakit, punya problem, banyak pikiran, sehingga akibatnya energinya tersedot untuk hal-hal lain.

3. Bertolak Belakang dengan Value

Alasan yang ketiga adalah bertolak belakang dengan value. Misal, Anda memutuskan untuk sekolah, tetapi nilai-nilai yang Anda bela adalah kebebasan. Sementara kalau di sekolah itu tidak bisa bebas, tidak bisa berekspresi. Akhirnya hal tersebut mengakibatkan Anda malas untuk pergi ke sekolah.

Nah, jika dilihat dalam lingkungan kerja, mungkin nilai-nilai Anda bukan produktif tetapi nilai-nilai Anda adalah ekspresi, seni dan kebebasan. Sementara apabila di kantor Anda tidak bisa mengekspresikan diri untuk menularkan rasa seni Anda, akhirnya Anda menjadi malas.

Bagaimana mengatasi Rasa Malas?

1. Menciptakan Goal

Melalui 3 faktor yang mengakibatkan orang malas, yakni: alasan, energi dan value. Maka cara pertama untuk mengatasi rasa malas adalah Anda harus menciptakan Goal yang menantang.

Misal, kalau saya tidak mencapai goal tersebut maka harga diri saya akan hancur. Saat Anda ingin bekerja maka Anda harus punya goal dalam bekerja. Mungkin Anda bisa bayangkan jika goal tersebut tidak bisa dicapai, harga diri Anda menjadi taruhannya. Apa yang terjadi? Benar, Anda akan fokus terhadap goal tersebut dan Anda tidak akan melihat kiri kanan.

Pertama kali saya bekerja di sebuah perusahaan Airlines, mungkin kalau ditanya jam kerjanya itu aneh. Mengapa aneh? Karena office hour-nya itu tidak pernah menentu. Bisa jam 3 pagi, 5 pagi, 1 siang atau 5 sore. Di sisi lain saya harus benar-benar menguras tenaga, karena rumah saya di bogor dan perjalanan ke tempat kerja saya cukup jauh, banyak sekali alasan untuk malas.

Tetapi saya punya satu niatan atau goal dan goal ini merupakan hal yang sangat-sangat luar biasa. Tentu saya harus bisa membuktikan bahwa bisa mencapai goal tersebut dan diangkat menjadi seorang pegawai tetap di perusahaan tersebut. Itu goalnya.

Nah, ketika saya memiliki goal saat bekerja maka sifat saya menjadi berubah. Saya tidak lagi melihat pagi, siang atau sore. Intinya setiap kali ada kesempatan untuk berprestasi, saya maju. Ada kesempatan untuk bekerja ekstra, saya ambil dan jika teman-teman saya tidak ada yang mau melakukan double shift, maka saya akan lakukan.

Hal ini saya kerjakan karena saya ingin menunjukkan bahwa saya adalah orang yang layak untuk diangkat menjadi pegawai tetap. Menariknya lagi adalah dalam 4 bulan saya dipindahkan ke kantor pusat dan dalam 6 bulan saya dipindahkan di kantor bogor untuk menjadi seorang Passengers Service, melayani customer-customer besar dan itu merupakan hal yang sangat-sangat menarik.

2. Memiliki Energi Positif

semangat usaha

Apabila Anda sudah memiliki goal yang menantang dan bergairah, maka diri Anda akan terpacu untuk tidak berdiam diri atau malas-malasan. Nah, orang yang gigih mencapai goal biasanya mereka akan sangat kebal terhadap sakit. Meskipun kondisi sakit adalah hal yang tidak bisa dihindari. Tetapi hal tersebut yang juga saya terapkan setiap hari.

Nah, cara mengatasi malas yang kedua ini adalah dengan energi. Dari mana datangnya energi? Energi ini datang dari psikologi Anda sendiri. Kalau mental dan cara berpikir Anda positif maka energi Anda akan sangat besar atau jika Anda bergaul dengan orang yang positif maka energi Anda juga ikut positif.

3. Memiliki Value

Alasan yang ketiga adalah Anda harus memiliki value. Apa itu valueValue adalah hal-hal penting yang ada dalam diri Anda. Jika saya bertanya kepada Anda apa yang penting buat Anda dalam

bekerja? Maka Anda akan menemukan poin-poin penting tersebut.

Intinya adalah Anda harus fokus, bisa melakukan pekerjaan dengan cepat dan menemukan teman yang tepat. Jadi, apabila Anda menemukan apa yang penting lalu Anda kejar apa yang penting tersebut, maka bekerja itu tidak akan ada rasa malas, natural dan nyaman sekali.

4. Reward and Punishment

semagat usaha

Satu hal terakhir yang bisa Anda lakukan ketika Anda malas, yaitu menyiapkan reward and punishmentPada saat saya diangkat menjadi seorang manajer di sebuah perusahaan biro perjalanan, ada perasaan malas. Mungkin diakibatkan oleh perjalanan yang lumayan jauh, lalu apa apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasi rasa malas? Saya memberikan reward and punishment untuk diri saya sendiri.

Pertama adalah karena saya suka ngopi dan ketika saya tidak ngopi maka kepala saya akan sakit. Nah, kebetulan saya mempunyai goal untuk datang ke kantor pagi-pagi setiap hari. Hal ini saya lakukan agar bisa memberikan contoh yang baik kepada tim saya.

Perjanjiannya seperti ini, apabila saya datang lebih pagi, maka saya boleh minum kopi. Tetapi jika saya datang terlambat, maka saya tidak boleh minum kopi. Tentu konsekuensi ini tidak ingin saya alami. Kenapa? Benar, saya harus berangkat pagi untuk minum kopi.

Untuk melakukan komitmen ini, saya berpesan pada Office Boy bahwa “…jika saya datang lebih dari jam 8 pagi, jangan kasih saya kopi.” Ini adalah hukuman bagi saya pribadi jika saya tidak melakukan komitmen tersebut.

Tetapi sebaliknya, jika saya bisa datang lebih pagi maka saya bisa merasakan hal yang sangat luar biasa, melihat kantor masih sepi, kemudian membaca koran, surat kabar dan ada kopi. Rasanya sangat nikmat dan saya bisa mendapatkan inspirasi sekaligus membuat saya lebih produktif.

So, Ingat bahwa untuk menghilangkan rasa malas tersebut, kita harus benar-benar mengetahui 3 faktor yang membuat orang malas, yakni: alasan yang tidak kuat, kekurangan energi dan tidak ada value. Ketiga hal ini harus benar-benar kita gali guna menemukan semangat yang ada dalam diri kita. Jika ingin sukses, berarti tidak boleh malas-malasan dan Anda bisa menerapkan 4 tips mengatasi rasa malas tersebut.

Salam Pencerahan!

Coach Tom


Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

Your Signature

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Related Posts

Program Pinjaman Ibu Berdaya Kospin Sumber Rizki Mendorong Ekonomi Keluarga dan Kemajuan Nasional
Manajemen Piutang: Pengertian Manajemen Piutang, Tujuan & Fungsinya
Ciptakan Annual Meeting yang Berkesan
20 Pertanyaan Performance Appraisal Tahunan
>