THE ULTIMATE MARKETING GUIDE 2017

Hampir setiap hari selalu ada orang yang bertanya kepada saya seperti ini, “Coach, kira-kira Strategi Marketing apa yang paling efektif, marketing apa yang paling ngetrend di tahun 2017 dan bisa diimplementasikan segera mungkin oleh bisnis-bisnis UKM?”

Mungkin Anda juga pernah bertanya seperti ini tetapi belum ada jawaban yang memuaskan atau mungkin bisnis Anda saat ini tengah mengalami masalah tapi Anda tidak tahu bagaimana strategi mengatasinya. Kalau demikian Anda beruntung membaca artikel ini, karena saya akan MENGUPAS TUNTAS tentang Strategi Marketing.

Mari kita mulai dengan satu pertanyaan menarik, “Apa yang membuat sebuah produk gagal dipasarkan?” Misalnya kalau Anda mempunyai bisnis kuliner, menjual produk-produk souvenir, punya klinik atau mungkin Anda punya bisnis/produk yang Anda jual secara online; apakah aksesoris handphone, produk kecantikan, kesehatan, apapun produknya. Coba tanya terlebih dahulu, apa yang menyebabkan produk ini gagal dipasarkan?

Related Article : 3 Efisiensi Bisnis Menambah Profit

Takdir Produk Tidak Bisa Dijual

Ada produk-produk yang meskipun Anda sudah investasi marketing habis-habisan, ternyata sudah ditakdirkan untuk tidak laku. Mengapa bisa demikian? Jawabannya adalah hampir dipastikan bahwa produk tidak bisa dijual dikarenakan mengecewakan, tidak relevan, ketinggalan zaman, atau bisa jadi konsep serta design produk tidak menarik. So, saya mengelompokkan lima kriteria produk yang harus Anda hindari, yakni:

1. Mengecewakan

Sahabat Entrepreneurs, jika produk Anda terlalu sering mengecewakan konsumen, walaupun awalnya produk Anda bagus, kemudian Anda juga awalnya mempunyai kemauan keras untuk melakukan promosi. Tetapi ternyata pada saat Anda jualan banyak customer kecewa, banyak customer merasa bahwa produk Anda bagus, tetapi pelayanannya tidak maksimal.

Kalau seperti itu kejadiannya, maka Anda harus berhati-hati. Kenapa? Karena ada syarat atau ciri-ciri bisnis pertama yang membuat produk tersebut susah untuk dipromosikan. Sehebat apapun produknya, kalau setiap kali customer makan, kemudian pulang kecewa. Maka Anda harus bersiap-siap. Siap-siap apa? Siap-siap untuk tidak sukses.

2. Tidak Relevan

Kriteria yang kedua adalah biasanya terjadi pada produk-produk yang tidak relevan. Relevan itu apa? Ada teknologi baru yang menggantikan dan akhirnya produknya tidak lagi dibutuhkan oleh masyarakat.

Saya ambil contoh, sebuah bisnis yang mungkin akan tidak relevan kedepannya. Misalnya adalah anak kunci, bisa jadi Anda sekarang memakai anak kunci, tetapi suatu hari anak kunci ini akan ditinggalkan. Kenapa? Banyak hotel-hotel yang sudah meninggalkan konsep anak kunci.

Mereka menggunakan apa? Kunci elektrik, kartu, sidik jari, atau kode. Semua sudah bergerak ke arah sana. Anak kunci bisa jadi penjualannya jadi menurun. Nah, ini jenis bisnis anak kunci yang sudah tidak relevan, bisa jadi ketika Anda tawarkan ke hotel, sudah tidak mau menerima.

Related Article : Value yang Akan Mendongkrak Bisnis Anda

3. Teknologi Lama

Adanya teknologi baru menggantikan teknologi lama juga termasuk jenis produk yang ditakdirkan tidak laku dijual. Contoh saja adalah CD, kita mungkin masih menggunakan CD, tetapi kalau ada yang membeli audio CD, bisa jadi penjualannya makin lama semakin menurun. Kenapa? Karena Anda bisa download melalui youtobe, media-media internet lainnya pun bisa juga download MP3, bluetooth dari teman, dst. Nah, CD bisa jadi produk yang tidak laku untuk dipasarkan.

Contoh lain adalah FLASHDISK. Mungkin Anda masih memakai flashdisk tetapi lama-lama flashdisk semakin murah. Kenapa semakin murah? Karena banyak orang sudah menggunakan google drive, dropbox dan jarang menggunakan flashdisk. Jika mau minta file, kita tinggal share file.

4. Ketinggalan Zaman

Produk yang ditakdirkan tidak bisa dijual adalah ketinggalan zaman. Misalnya Anda bisnis dalam bidang fashion tetapi Anda menjual baju dengan model tahun 2000-an yang sudah tidak lagi ngetrend. Kemudian Anda paksa untuk ngetrend lagi, tentu ini tidak mudah. Kecuali sampai rotasi 10-20 tahun kemudian, bisa jadi produk Anda ngetrend lagi.

Contohnya, kalau Anda tahu celana cutbray, celana cutbray adalah jenis celana yang sudah lama sekali dan kuno. Jika Anda paksa untuk menjual produk ini, maka akan sangat susah. Kecuali jika Anda menggunakan Artis sebagai strategi penjualan celana cutbray tersebut, bisa jadi ngetrend lagi. Tetapi kalau tidak ada hujan dan tidak ada angin tiba-tiba Anda jual celana cutbray, bisa jadi berbeda.

5. Konsep/Design Tidak Menarik

Ini adalah hal yang paling jarang diperhatikan, yaitu konsep yang tidak menarik atau design yang tidak menarik. Bayangkan, Anda punya kantor, perusahaan, akhirnya bisa tidak laku karena toko Anda tidak menarik. Ada beberapa teman-teman di facebook yang sempat bertanya kepada saya, “Coach, saya punya bisnis restoran, tapi tidak begitu laku.”

Kemudian saya meminta orang tersebut untuk foto outletnya, “kayak gimana si restorannya?” Ternyata restorannya kurang menarik. Bayangkan, restoran itu tidak ada papan namanya, tidak ada keunikannya, bahkan di temboknya kosong polos, yang terlihat hanya Free Wifi. Jadi, orang datang hanya mengejar Free Wifi. Karena yang dipromosikan hanya Free Wifi. Nah, kalau design tidak menarik dan Anda ingin mempromosikan produk seperti apapun, orang akan enggan datang dan tidak terlalu berminat untuk masuk ke dalam bisnis Anda.

Dua Hal ini Wajib Anda Miliki!

So, apa Marketing Guide yang relevan dan efektif saat ini dan cukup Trendy di tahun 2017?

Marketing Murah

Strategi pertama yang paling ngetrend di tahun 2017 adalah Anda harus menemukan Strategi Marketing yang murah. Itu adalah trik yang wajib Anda tahu. Kalau misalnya, kita jualan lalu kemudian

melakukan pemasaran, tapi pemasarannya menggunakan medium yang mahal. Maka, dijamin produk Anda akan sulit diterima masyarakat.

Semakin mahal iklan, semakin mahal produk, maka dijamin eksekusinya akan kualahan. Artinya begini, media televisi efektif tidak? Sangat efektif. Tapi kemudian, berapa persen bisa membuat produk booming karena masuk televisi. Nah, bisa jadi ada yang sukses ada yang gagal. Kenapa sukses? Karena proses pembuatan iklannya itu bukan main-main. Jadi makin mahal mediumnya, makin sulit eksekusinya.

Related Article : Alasan Produk Baru Gagal di Pasar

Konten Menarik

Konten disini maksudnya adalah isi. Isi pesan Anda harus menarik. Ada sebuah istilah “native advertising”, artinya adalah sebuah fokus yang Anda gunakan untuk mempromosikan produk dengan menonjolkan konten yang berkualitas.

Saya ambil contoh kalau Anda membuat artikel. Pertanyaannya adalah artikel seperti apa yang akan dishare oleh banyak orang? Yang penting bukan artikel ditahun 2013, 2014, 2015. Pun bukan isinya, tapi yang terpenting adalah SEO-nya (Search Engine Optimization).

Membuat artikel pendek tidak masalah, tetapi kemudian harus ada keyword-keyword yang dioptimise. Coba Anda cek di google bahwa jenis artikel yang ada di nomor 1 di google, belum tentu yang paling berkualitas. Bisa jadi yang paling Banyak menggunakan Search Engine.

Nah, kalau begitu bagaimana Anda membuat artikel Anda menarik? Bagaimana membuat Artikel Anda dishare oleh orang lain? Ada beberapa teknik yang cukup bagus yakni Anda pinjam konten orang lain yang bagus, ciptakan konten atau bungkus ulang konten-konten yang bagus, lalu Anda masukkan ke dalam artikel Anda. Ini adalah teknik yang paling simpel, paling murah dan menurut saya cukup mudah untuk dilakukan oleh semua orang.

6 Trend Marketing Di Tahun 2017

Ada kira-kira 6 Strategi yang cukup populer, menarik dan mungkin Anda sudah tahu tetapi masih tidak dimaksimalkan, yakni:

Facebook

Kenapa facebook? Facebook adalah search engine atau website yang dikunjungi paling banyak nomor tiga di dunia. Nomor satu google, nomor dua youtube, nomor tiga facebook. Pertanyaannya,“saya punya facebook, tapi kok tidak bisa mendapatkan customer?” Coba lihat konten Anda terlebih dahulu, bisa jadi tidak menarik.

Sekarang coba Anda lihat konten di facebook Anda sendiri. Perhatikan wall facebook Anda dari atas sampai bawah. Mulai dari header, apabila tampilan headernya tidak menarik orang pasti akan pindah. Kalau tampilan headernya tidak jelas, maka orang lain akan bingung, “Anda ini ngapain, jualan apa?”

Kemudian lihat wall facebook Anda, misal ada banyak berita negatif dan Anda share informasi-informasi yang mungkin tidak benar, hoax atau justru lebih cenderung curhat di status-status Anda. Nah, Anda harus hati-hati. Jika tidak menarik dan isinya berita negatif, pembunuhan, hoax, lalu Anda share hal yang sifatnya politik, SARA, menghina orang, dsb. Apa yang terjadi? Ya, customer akan menilai bahwa ini bukan facebook yang profesional.

Berbeda kalau isinya testimoni, berita-berita positif, Anda mengisi pandangan-pandangan positif tentang kehidupan, produk Anda, maka pasti Anda akan lebih banyak dikunjungi daripada kompetitor Anda. So, jadikan facebook sebagai Strategi Marketing yang efektif.

Related Article : Cara Menciptakan Strategi Marketing Paling Jitu

Twitter

Media yang murah ke dua saya melihat adalah twitter. Meskipun katanya twitter tidak lagi popular. Tetapi twitter masih di jajaran top five ten, bahkan top ten yang paling sering di kunjungi oleh masyarakat Indonesia berdasarkan peringkat disitus alexa.com. Kemudian Anda bisa lihat Addie M.S. pada tahun 2015-2016 menjual tiket konser orchestra melalui twitter. Bayangkan, hanya 2-3 hari tiket bisa laku dan habis. Berarti apa? Benar, twitter masih sangat efektif.

Pertanyaannya adalah konten apa yang paling menarik kalau Anda di Twitter? Twitter ini seperti mikro blogging, artinya kita harus menampilkan kembali konten-konten yang menarik. Kemudian, Anda sendiri harus mau mengetahui siapa audience dan konsumen Anda? Kalau konsumennya anak muda, apa yang paling mereka suka? Mungkin bisa cerita-cerita tentang bagaimana mendapatkan pasangan atau menjadi anak yang baik, dsb.

Youtube

Media yang ketiga ini bisa dibilang paling keren. Anda bisa bayangkan, youtube memberikan puluhan juta bahkan ratusan juta kepada pencipta konten

di youtube. Ada banyak orang yang hidup fulltime untuk youtube. membuat konten menarik, lalu mendapat penghasilan.

Youtube adalah media elektronik yang lebih populer daripada televisi. Televisi itu kalah viewersnya dengan youtube. Nah, di Indonesia, siapa youtubers yang bagus? Ada begitu banyak youtubers, salah satunya adalah last day production. Baru-baru ini saya telah melakukan kolaborasi dengan last day production, Han Yoo Ra, Ria SW, dan Cameo Project, kami membuat video bersama-sama di Metro Tv.

Contoh lain ada Bayu Skak dengan logat khas Jawa Timur, Raditya Radika dari blogger jadi pemain film dan youtubers. Kemudian ada Eka Gustiwana yang bisa dibilang sangat kreatif, karena dia mengerti software-software yang bagus kemudian membuat speech composing.

So, youtube sangat-sangat menjual. Kalau Anda bisa memanfaatkan youtube, Anda bisa mendapatkan tempat di hati masyarakat dan customer. Mereka akan merasa dekat dengan Anda. Kenapa? Karena setiap kali Anda mengupload video, maka orang yang subscribe akan tahu bahwa Anda sedang melakukan aktifitas tersebut.

Blog

Menulis artikel di Blog adalah cara yang juga sangat efektif. Blog merupakan alat yang paling mudah untuk dishare. Anda perhatikan, bahwa tipikal blog yang sering sekali dishare adalah blog yang isinya seperti orang cerita, orang yang senang dengan inspirasi. Blog merupakan informasi-informasi yang bisa Anda gunakan untuk membuat Anda lebih mudah menceritakan tentang produk Anda.

Mulut Ke Mulut

Apa saja si produk yang dibicarakan oleh orang? Hanya ada dua produk, yakni produk yang menyebalkan dan produk yang menyenangkan.

Tunggu dulu, menyebalkan itu belum tentu negatif. Menyebalkan bisa jadi produknya ngeselin, mungkin disebabkan oleh warnanya, rasanya atau ada gambarnya, “ini menarik banget, kok  bisa ya, iklan ini nyebelin banget.” Nah, iklan yang nyebelin justru lebih banyak diingat oleh customer.

Kedua adalah menyentuh emosi. Jadi, apabila produk Anda bisa menyentuh customer Anda. Maka dia akan bilang, “produk ini kena di hati!”  Produk Anda akan jadi viral dan di bicarakan oleh banyak orang.

Related Article : Pengertian Marketing yang Wajib Anda Ketahui

Experience Marketing

Salah satu tantangan apabila Anda sedang melakukan proses marketing adalah customer yang tidak tertarik untuk membeli. Nah, pertanyaannya adalah bagaimana caranya membuat customer yang lagi boring tapi mau membeli produk Anda?

Ingat, yang harus dirubah bukan customernya tetapi yang harus dirubah adalah cara kita menjualnya. Cara Anda menjual harus dengan cara tradisional, yakni dengan menggunakan teknik experience sales marketing. Apa itu experience sales marketing?

Di Indonesia, saat orang-orang pergi ke cafe, paling banyak mereka ngapain? Minum kopi, makan cemilan dan internetan. Berapa pengeluaran mereka? 30-50 ribu. Pertanyaan berikutnya adalah ada tidak kalau customer datang ke cafe dengan harga kopi yang murah tetapi bisa belanja sampai lebih 100-200 ribu?

Nah, saya pernah datang di suatu tempat warung kopi, di Bintaro Saya datang ke sana karena ingin merasakan kopi kuda poni. Jadi, saya ajak anak-anak untuk ke sana untuk naik kuda poni, kasih makan kuda poni. Saya tidak tahu apa latar belakang dari pemilik cafe tersebut. Tetapi yang saya tahu adalah mereka punya kandang-kandang kuda poni, lalu kemudian mereka bikin cafe.

Mungkin kalau membuat cafe kemudian beli kuda poni, sepertinya tidak masuk akal. Jadi, mereka punya kuda poni dan mereka berpikir, “bagaimana ya caranya supaya kuda poni ini tidak nganggur?” Akhirnya dibikinlah ‘cafe kuda poni’.

Nah, kuda poni ini kan harus dikasih makan oleh si owner. Dari hal ini mereka memanfaatkan hal tersebut dengan mengajak anak kecil yang senang sekali berinteraksi dengan binatang.

Mereka menjual wortel-wortel ukurang kecil dengan harga 10 ribu. Lalu kemudian, setiap anak kecil memberi makan binatang piaraan si “owner café” itu. Bayangkan, saya sudah datang ke cafe untuk minum kopi dan binatangnya saya kasih makan, dibayar pula wortelnya.

Nah, disitu juga orang boleh naik kuda poni atau kuda yang cukup besar. Kalau untuk naik kuda harganya Rp. 50 ribu. Pertanyaannya adalah jika anak Anda sudah naik kuda, dia terkadang ingin mengulang-ngulang terus, apalagi kalau anak Anda suka sekali dengan kuda.

Minum kopi, bisa jadi harganya hanya hanya Rp. 18 ribu tetapi untuk naik kuda poni sampai 3 ronde menghabiskan biasa Rp. 150 ribu. Nah, ini adalah experience sales marketing.

Contoh lain, di Bandung ada satu tempat yang cukup menarik, yakni orang jualan susu. Lalu kemudian apa yang menarik dari sana? Mereka punya tempat dan tempat tersebut didekorasi seperti objek-objek wisata. Misalnya, kalau Anda pernah menonton film lord of the rings, Anda pasti tahu rumah-rumah hobbit.

Jadi, ada banyak miniaturnya rumah hobbit kemudian si owner memanfaatkan orang yang suka fotografi atau selfie. Ketika mereka foto seolah-olah selfienya di New Zealand, padahal jualanya adalah jualan susu. Ini sangat menarik! Experience lagi yang dijual.

Related Article : Pentingnya Strategi Marketing Mix Dalam Pemasaran

So, pertanyaan saya adalah kalau Anda bisa lebih kreatif kenapa tidak? Karena experience menjadi Trend Marketing di tahun 2017. Anda akan sangat-sangat dinanti dan bahkan bisa jadi bahan cerita menarik oleh orang lain. Jika Anda ingin tahu lebih dalam tentang Strategi Marketing dan Selling, Anda bisa mengikuti workshop dengan cara hubungi kami di www.topcoachindonesia.com atau www.www.tommcifle.com.

So, semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan ide baru untuk membuat bisnis Anda lebih sukses dan lebih berkembang di tahun 2017 ini.

Salam Pencerahan!

About the Author Tom MC Ifle

Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

>