FAKTOR YANG AKAN MENGGAGALKAN BISNIS ANDA

Katanya memulai bisnis itu gampang – gampang susah. Gampang kalau punya modal banyak, susah kalau banyak masalah apalagi sampai gagal. Gagal itu resiko paling besar dalam dunia bisnis.

Memang apa sih yang menyebabkan bisnis gagal? Banyak pastinya diantaranya persaingan bisnis dan manajemen internal perusahaan. Simak ya, saya akan bagikan pada Anda faktor penting yang harus diperhatikan dalam memulai usaha.

Sejauh mana Anda memahami faktor yang menggagalkan bisnis Anda? Ini dia kesalahan besar yang akan membuang waktu percuma.

Sikap Pengusaha

Anda sebagai pelaku usaha sudah sewajarnya harus membuang sikap keras kepala, paranoid, tidak mau ambil resiko, perfeksionis dan merasa paling benar. Tahu kenapa harus begitu? Sikap Anda yang seperti itu akan membuat Anda sulit menerima ide, saran dan masukan dari oang lain. Kalau terus seperti ini sih lama – lama bisa gagal usaha Anda. Renungkan apa hal-hal yang merugikan Anda akibat sikap Anda?

Disfungsi Manajemen

Kalau Anda sampai kurang fokus dalam perencanaan, visi, standard dan lainnya dalam manajemen usaha bagaimana bisa berkembang? Apalagi kerjasama Anda dengan mitra kurang. Itu akan menyebabkan usaha atau bisnis Anda gagal. Perhatikan kesalahan ini. Jangan sampai tahun baru Anda gagal merencanakan strategi bisnis.

Operasional tidak efisien

Biasanya pengeluaran banyak habis untuk sewa, biaya karyawan, bahan produksi belum lagi kalau karyawannya tidak bisa negoisasi. Negoisasi yang dilakukan harusnya bisa menguntungan perusahaan. Kalau terbengkalai semua bisa jadi perusahaan Anda tidak kompetitif dan gagal. Setiap pengeluaran harus jelas tujuannya dan harus menghasilkan. Evaluasi kembali biaya yang tidak efisien dan pangkas habis pemborosan yang sudah terjadi tahun ini.

Akuntansi Buruk

Apa bisa seorang pengusaha mengontrol bisnis tanpa data keuangan? Ini yang menyebabkan bisnis alami kegagalan. Biasanya kesalahan terjadi karena menyewa akuntan luar untuk mengawasi keuangan. Seharusnya Anda menggunakan kepala keuangan untuk mengawasinya sendiri. Nah, apakah Anda masih kehilangan jejak karena tidak ada laporan? Atau jangan jangan ada laporan tapi tidak akurat.

Kekurangan Uang Cash

Pelanggan itu ladang pencarian Anda. Bagaimana nasib usaha Anda kalau tidak ada pelanggan? Sudah tidak punya pelanggan Anda juga kehilangan karyawan berpotensi? Lalu pertanyaan saya, apakah bisnis Anda tidak ada kompetitornya?  Kekurangan cash terjadi karena tiga hal; pertama kredit macet; kedua, laba yang terlalu tipis;  ketiga, over invest, atau kebanyakan hutang bank.

Semua itu kalau terjadi pada Anda akan menekan keuangan usaha Anda. Akhirnya Anda kekurangan uang secara cash. Akibatnya perusahaan sulit untuk proses recovery kalau perusahaan itu harus berhutang uang cash dalam jumlah yang banyak.

Pertumbuhan usaha yang tidak terkontrol

Apa ekspansi usaha Anda terlalu luas? Bisa – bisa Anda gagal karena salah memilih pasar. Apalagi pasar yang dipilih tidak menguntungkan. Jadi buat apa Anda berekspansi ke tempat yang tidak menjamin. Anda malah akan banyak meminjam uang untuk pertumbuhan bisnis tapi malah akan gagal.

Penurunan pasar

Kalau Anda memilih usaha yang punya hubungan dengan perubahan perlu diperhatikan. Misalnya dalam teknologi seperti usaha percetakan, toko buku, toko musik dan lainnya.  Anda harus mengikuti permintaan pasar dan daya beli pasar dalam kompetisi bisnis. Tentunya usaha ini sangat rentan mengalami penurunan pasar dan mungkin bisa gagal.

Semoga evaluasi ini dapat memberi Anda masukan agar tahun depan bisnis Anda semakin jaya karena terhindar dari kesalahan fatal.

Salam Pencerahan!

Related Articles :

About the Author Tom MC Ifle

Dia pernah terpilih menjadi TOP 100 COACH in the World yang terbaik dan tercepat di Platinum Mentor Coach. Pada saat yang bersamaan, penyuka hobi travelling ini mendapat penghargaan Action Man Award Asia Pacific 2007 dan menjabat sebagai Head of Coach Indonesia. Menyandang berbagai sertifikasi dan award, yaitu Exclusive Master License Money Coaching Institute, USA, Master Coach Money Coaching pertama di Indonesia, dan Man of The Year Six of The Best versi Majalah ME Asia, dll.

>